nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Giliran Menko Darmin Puji BI Naikkan Suku Bunga

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 28 November 2018 14:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 28 20 1984014 giliran-menko-darmin-puji-bi-naikkan-suku-bunga-MAu0ULajqy.jpg Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia (BI) atas kebijakan menaikkan suku bunga acuannya lebih awal. Ini merupakan pujian kedua diterima BI, setelah kemarin Presiden Joko Widodo juga memuji keberanian BI yang berani menaikan suku bunga acuannya lebih dulu dibandingkan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

Menurut Darmin, keberanian BI itu kayak untuk diapresiasi. Sebab, keberanian tersebut menimbulkan rasa optimisme yang bisa berdampak pada penguatan nilai tukar Rupiah dalam beberapa hari ini.

Baca Juga: Presiden Jokowi: BI Tunjukkan Taring dengan Naikkan Suku Bunga

Menguatnya Rupiah pasca-kenaikan suku bunga ini membuat investor asing percaya terhadap ekonomi Indonesia. Sehingga, banyak modal asing yang masuk untuk memperkuat nilai tukar mata uang Indonesia.

"BI secara antisipatif lebih awal menaikan bunga kebijakannya lebih awal," ujarnya dalam acara Pertamina Energi Forum, di Hotel Rafless Hotel Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Darmin menambahkan, penguatan nilai tukar Rupiah diprediksi masih akan berlanjut hingga akhir tahun mendatang. Darmin memperkirakan nilai tukar Rupiah bisa stabil dikisaran Rp14.100 hingga Rp14.500 per USD.

Menurut Darmin, ada beberapa hal yang membuat Rupiah bisa stabil. Pertama adalah prediksi dari para ekonom dunia tentang perekonomian Indonesia yang positif.

Baca Juga: Bos OJK ke Bank: Tak Perlu Panik dan Khawatir soal Kenaikan Suku Bunga

Prediksi ini sangat memengaruhi confidence dari para investor asing untuk mengamankan modalnya di dalam negeri. Semakin baik tanggapan investor maka semakin banyak pula modal asing yang masuk ke dalam negeri.

Belum lagi, pemerintah juga menyiapkan berbagai macam kebijakan. Salah satunya adalah bagaimana pemerintah memberikan relaksasi kepada pengusaha untuk menukar dan membawa Dana Hasil Ekspor (DHE) nya ke Indonesia/

"Kita tahu orang akan mulai bila (Rupiah) dan para analis akhir Oktober, November analis Internasional, itu sudah memprediksi Rupiah overweight, sudah waktunya beli," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini