nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 10:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 29 320 1984387 ojk-sektor-jasa-keuangan-tetap-terjaga-7Z84IR8R8R.jpg OJK. Foto: Okezone

JAKARTA – Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan menilai stabilitas sektor jasa keuangan masih dalam kondisi terjaga didukung kinerja intermediasi yang menguat dan profil risiko yang manageable.

Pasar keuangan global mencatat penguatan terutama di emerging markets sepanjang Oktober hingga pertengahan November 2018 terkait respons positif hasil midterm election AS yang diperkirakan dapat meningkatkan check & balance pengambilan kebijakan AS.

Baca Juga: Siap-Siap! Fintech Ilegal Bakal Disikat Habis

”Sementara itu, rilis data tenaga kerja dan inflasi AS yang berada di bawah ekspektasi pasar telah menahan kenaikan yield US Treasury dan penguatan index dolar AS,” kata Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Anto Prabowo di Jakarta. Penurunan harga minyak dan kesepakatan soft Brexit Inggris juga direspons positif pasar.

Dia mengatakan, perkembangan global tersebut diiringi dengan kinerja emiten pada kuartal III/2018 yang terus membaik memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan domestik. Per 23 November 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan sebesar 3% disertai dengan penurunan volatilitas. Sementara itu, penguatan IHSG didorong sektor keuangan, industri dasar, dan properti. Investor nonresiden mencatatkan net buy sebesar Rp9,5 triliun. Di pasar Surat Berharga Negara (SBN), yield tenor jangka pendek, menengah, dan panjang turun masing-masing sebesar 34 bps, 52 bps, dan 49 bps mtd. Investor nonresiden melanjutkan net buy sebesar Rp30,3 triliun.

Peralihan BI Checking ke OJK di Tahun 2018  

Kemudian kinerja intermediasi sektor jasa keuangan pada Oktober 2018 secara umum juga bergerak positif. Kredit perbankan dan piutang pembiayaan masing-masing tumbuh sebesar 13,35% yoy dan 5,92% yoy (September 2018 masing-masing tumbuh 12,69% dan 6,06%).

”Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 7,60% yoy, sementara September 2018 sebesar 6,60%,” ungkap dia. Premi asuransi jiwa dan asuransi umum/reasuransi per Oktober 2018 masing-masing tercatat sebesar Rp156,09 triliun dan Rp69,74 triliun, sedangkan pada September 2018 masing-masing tercatat sebesar Rp141,14 triliun dan Rp62,74 triliun. Anto menuturkan, di pasar modal sampai dengan 23 November 2018 penghimpunan dana oleh korporasi telah mencapai Rp156 triliun.

Baca Juga: OJK: Kami Tak Bisa Kerja Sendirian

Jumlah emiten baru sepanjang tahun tercatat 56 emiten baru, lebih tinggi dibandingkan jumlah emiten baru sepanjang tahun 2017 yang sebanyak 46 emiten. ”Penghimpunan dana didominasi emiten di sektor keuangan sebesar 56,91%,” katanya. Sementara itu, penggunaan dana hasil penawaran umum sebagian besar digunakan untuk modal kerja (55,91%). Total dana kelolaan investasi tercatat sebesar Rp742,02 triliun yang meningkat 8,19% dibandingkan akhir tahun 2017.

Terkait profil risiko lembaga jasa keuangan juga terjaga pada level yang manageable. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross perbankan tercatat sebesar 2,65%, sedangkan September 2018 sebesar 2,66%.

(Kunthi Fahmar Sandy)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini