nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Darmin Beberkan Kondisi Ekonomi Indonesia di Depan CEO

Rany Fauziah, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 14:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 03 20 1986111 menko-darmin-beberkan-kondisi-ekonomi-indonesia-di-depan-ceo-UDR9DTGmas.jpg Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai kondisi makro ekonomi Indonesia aman terkendali di tengah ketidakpastian ekonomi global. Capaian ini tergambar dalam sejumlah indikator makro ekonomi yang mampu bertahan di level aman, yang diikuti juga oleh perbaikan indikator sosial.

“Di tengah gejolak dan tekanan ekonomi dunia di tahun 2018, bisa ditandai dengan jelas bahwa ekonomi kita mampu bertahan dengan baik. Pertumbuhan ekonomi dalam situasi gejolak ekonomi global pada kuartal III mencapai 5,17% dengan tingkat inflasi yang cukup baik di kisaran 3%,” katanya sambil menyampaikan laporan kepada Presiden Joko Widodo, di acara CEO Networking 2018, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Baca Juga: Tantangan Ekonomi 2019 Masih Besar

Darmin mengatakan bahwa perekonomian Indonesia masih menunjukkan peningkatan di tengah tekanan ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi triwulan III berada di level 5,17% secara year-on-year (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan III 2017 yang hanya mencapai 5,06%.

Hal ini diimbangi dengan tingkat inflasi yang berhasil dijaga sepanjang tiga tahun terakhir, masing-masing di level 3,35% (2015), 3,02%(2016) dan 3,61% (2017). Bahkan, inflasi ini masih tetap terjaga hingga Oktober 2018 di level 3,16%.

“Kalau kita melihat data sosial ekonomi, seperti tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, dan indeks ketimpangan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara konsisten membaik,” tambah Darmin.

Pada Maret 2018, tingkat kemiskinan 9,82% mencatat rekor sebagai yang terendah sejak tahun 1970. Tingkat ketimpangan pun turun hingga 0,389, terendah dalam enam tahun terakhir. Tidak hanya itu, tingkat pengangguran juga turun ke level 5,34% pada Agustus 2018. Adapun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga konsisten meningkat dalam lima tahun terakhir, kini di angka 70,81 per 2017. Angka ini menunjukkan bahwa Pemerintah berhasil menempatkan Indonesia dengan status pembangunan manusia “tinggi”.

Baca Juga: Pembangunan Ekonomi Nasional Era Jokowi Berdampak Positif bagi Kemajuan Banten

Darmin kembali menegaskan bahwa pemerintahan kali ini memperkenalkan suatu pendekatan yang agak berbeda dalam beberapa puluh tahun terakhir. Menurutnya, kebijakan pertama yang ditekankan mengacu pada perbaikan supply-side, yakni perbaikan kualitas infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM), dan redistribusi pertanahan. Dengan pembangunan infrastruktur, diharapkan pemerintah dapat memperbaiki kualitas logistik yang kesemuanya bermuara pada pelaksanaan transformasi ekonomi.

“Kami juga menggerakkan program vokasi besar-besaran untuk memperbaiki kualitas SDM, yang apabila dijalankan maka perbaikan supply-side akan menjadi basis untuk keluar dari jeratan tekanan eksternal,” tambah Darmin.

Pendekatan perbaikan supply-side ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi yang menegaskan bahwa pemerintah menggeser prioritas pembangunan secara berkala.

“Kita perlu menggeser prioritas pembangunan dari pembangunan infrastruktur menjadi perbaikan kualitas SDM dari tingkat wilayah terkecil hingga wilayah besar untuk menciptakan agen-agen pertumbuhan,” pesan Presiden Joko widodo yang disampaikan oleh Darmin.

Meski fokus menggenjot supply-side, tentu tak berarti pemerintah melupakan sisidemand-side. Caranya dengan terus menjaga tingkat konsumsi, Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB), dan tingkat ekspor. Pemerintah senantiasa menjaga keseimbangan kedua sisi agar transformasi ekonomi dapat benar-benar terealisasi.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini