nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ascort Asia Terbitkan Surat Utang Rp1 Triliun untuk Bangun Jalan Tambang 143 Km

Selasa 04 Desember 2018 15:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 04 278 1986682 ascort-asia-terbitkan-surat-utang-rp1-triliun-untuk-bangun-jalan-tambang-143-km-AKvuVve7M3.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Mendanai ekspansi bisnisnya, Ascort Asia menerbitkan Surat Berharga Investasi Jangka Pendek (SBI JP) senilai Rp1 triliun. Rencana dana hasil penerbitan surat berharga itu akan diperuntukan bagi Sumber Energi Alam Mineral (SEAM Grup) dalam membangun jalan tambang sepanjang 143 kilometer dan pelabuhan batu bara di Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

CEO Ascort Asia Anthony Soewandy mengatakan, SBI JP senilai Rp1 triliun terdiri dari tenor 150 hari dan 300 hari dengan nilai masing masing Rp500 miliar. Tapi, para pemegang SBI-JP dapat melakukan investasi ulang.”Kedua tenor itu akan mendapatkan bunga sebesar 12% pertahun. Maka investasi di SBI JP akan lebih menarik jika dibandingkan dengan si ekuitas, sebab IHSG saja hingga 30 November 2018 turun 5%,” ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Baca Juga: Lelang Surat Utang Dihentikan, Sri Mulyani: Penerimaan Kita Sudah Bagus

Dia menuturkan, SBI JP tersebut akan mulai ditawarkan kepada investor ritel sejak hari ini hingga lima bulan mendatang. Adapun nilai pembelian minimal sebesar Rp100 juta.“Jika berkaca pada penerbitan SBI JP sebelumnya, maka setiap investor ritel umumnya rata-rata berinvestasi sebesar Rp1 miliar,”jelasnya.

Adapun jaminan dari penerbitan SBI JP tersebut adalah dua lahan seluas tujuh hektar di Subang, Jawa Barat milik SEAM Grup dan Kawasan Industri seluas 128 hektar di Subang milik SEAM Grup. Sementara itu, CEO SEAM Grup, Asep Sulaeman mengatakan, 50% dana hasi penerbitkan SBI JP itu akan digunakan untuk pembangunan jalan sepanjang 143 kilometer dari kawasan tambang di Katingan hingga pelabuhan batu bara.

Baca Juga: Dijual Online, SBR004 Tembus di Atas Rp3 Triliun

Kemudian 10% untuk pembangunan dermaga pelabuhan batu bara dan 40% untuk tambang batu krikil untuk bahan baku pembangunan jalan. Rencananya, jalan tersebut akan mulai dibangun sekarang hingga rampung pada kuartal III 2019. Selanjutnya, jalan itu akan dapat digunakan oleh 20 pemegang Ijin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara di Katingan.”Tapi setiap pengguna jalan tersebut akan dikenakan baiaya USD3-6 per metrik ton batu bara,” kata dia.

Dengan demikian, jelas dia, SEAM Grup akan meraup USD60 juta pada tahun pertama dan akan meningkat seiring dengan peningkatan kapasitas produksi batu bara di kawasan tersebut.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini