nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Ada yang Menolak, Warga Papua Jamin Keamanan Pekerja Istaka Karya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 14:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 04 320 1986674 tak-ada-yang-menolak-warga-papua-jamin-keamanan-pekerja-istaka-karya-XLWuuxK89C.jpg Foto: Yohana Okezone

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, pembangunan Trans Papua sudah mendapatkan dukungan dari masyarakat Papua.

Hal ini berkaitan dengan terjadinya pembunuhan pekerja jembatan PT Istaka Karya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

"Sepanjang jalur pembangunan Trans Papua warganya tidak ada yang menolak, (kejadian itu) dilakukan kelompok bersenjata tersebut. Warga sendiri tidak ada yang menolak terjadinya pembangunan infrastruktur konektivitas itu," jelasnya dalam konferensi pers di Kementerian PUPR, Jakarta (4/12/2018).

 Baca Juga: Menteri PUPR: Tidak Ada yang Menolak Proyek Trans Papua

Dia menjelaskan, titik pembunuhan pekerja PT Istaka Karya berada di kilometer 103 proyek infrastruktur Trans Papua atau tepatnya di Kali Yigi dan Kali Aurak. Kata dia, kawasan tersebut sudah aman lantaran memang tidak ada penolakan dari pihak mana pun terkait pembangunan infrastruktur.

"Sosialisasi pekerja PT Istaka Karya sangat baik dengan warga sekitar, bahkan mereka menyatu (dengan warga). Informasi yang saya terima dari Kepala Balai Besar Jalan Papua, warga bahkan menjamin keamanan pekerja Istaka Karya," kata dia.

Dia pun menekankan, pengerjaan proyek jembatan di Trans Papua juga melibatkan warga Papua, sehingga menurutnya tak ada kecemburuan sosial soal pengerjaan proyek. "Ini juga melibatkan orang Papua," ujarnya sambil menunjukkan foto proyek pengerjaan jembatan Trans Papua.

 Baca Juga: Dirut Istaka Karya: Ada 28 Pekerja yang Ditembak Mati

Kejadian tersebut, memang membuat Kementerian PUPR menghentikan sementara pembangunan jembatan di segmen lima Trans Papua, yakni sepanjang Wamena-Habema-Kenyam-Mumugu dengan panjang jalur 278 kilometer (km). Di mana lokasi pembunuhan ada di segmen ini.

Kendati demikian, hal itu bukan berarti menghentikan proyek pembangunan Trans Papua sepanjang 4.330 km yang ditargetkan rampung di akhir 2019. Hal ini memang untuk memenuhi kebutuhan konektivitas di Papua.

"Pembangunan tetap jalan terus, sehingga seluruh rakyat Indonesia merasakan keadilan dalam konektivitas. Jadi kemudahan untuk pengiriman logistik dari Merauke sampai Mamugu hingga Wamena, apalagi kalau jembatan sudah selesai," jelas dia.

 Baca Juga: 31 Pekerja Ditembak, Istaka Karya: Selama Ini Kita Harmonis Bangun Proyek Trans Papua

Sekadar diketahui, ada 35 proyek pembangunan jembatan di segmen lima proyek Trans Papua. Di mana PT Istaka Karya bertugas membangun 14 jembatan dan PT Brantas Abipraya sebanyak 21 jembatan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini