nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kalahkan Black Friday, Singles Day di China Jadi Event Belanja Online Terbesar Dunia

Rikhza Hasan, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 07:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 05 320 1987173 kalahkan-black-friday-singles-day-di-china-jadi-event-belanja-online-terbesar-dunia-626rnUaoxP.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Alibaba merupakan e-commerce terbesar di dunia dan berhasil menghasilkan miliaran dolar dalam penjualan selama 90 detik pertama, Singles Day pada 11 November lalu. Perusahaan besutan Jack Ma ini menghasilkan penjualan senilai USD30,8 miliar di berbagai platform e-commerce dalam kurun waktu 24 jam.

Dalam mata uang China, nilai barang dagangan adalah 27% lonjakan dari tahun lalu. Sementara signifikan, pertumbuhan itu lebih kecil dari 39 persen peningkatan dari tahun ke tahun yang tercatat pada tahun 2017.

Amazon, yang merupakan e-commerce asal Amerika Serikat juga mengalami lonjakan penjualan sebesar 19,3% pada tahun ini senilai USD7,9 miliar bersumber dari penjualan online pada Cyber Monday, menurut perusahaan riset, Adobe Analytics.

Baca Juga: BPS Kesulitan Kumpulkan Data Transaksi E-Commerce

Sementara pada tahun lalu, Amazon juga pernah mendapat rekor pencapaian sebesar USD6,22 miliar dalam penjualan online pada Black Friday dengan peningkatan sebesar 23,6%.

Keberhasilan dua raksasa teknologi dalam e-commerce tampaknya bertentangan dengan gelombang pengecer yang mengajukan kebangkrutan atau menutup toko di AS, seperti peritel Sears yang ikonis dan nama rumah tangga Toys R Us.

Melansir CNBC, Kamis (6/12/2018), dalam hal penjualan online, Singles Day China jauh lebih besar dari kombinasi Black Friday dan Cyber Monday. Itu dikarenakan populasi China sekitar 4 kali lebih besar daripada Amerika Serikat.

Analis Ritel Tiffany Lung, mengatakan bahswa Alibaba memimpin berdasarkan pengalamannya di bidang bisnis, bukan hanya sekadar masalah harga.

"Amerika menjalankan konsep yang didorong harga dalam bentuk eceran, yang pada akhirnya menjunjung seluruh konsep penjualan Black Friday," katanya.

Baca Juga: Soal Data E-Commerce, Kepala BPS: Perlu Waktu yang Panjang

Sebaliknya, China merayakan Singles Day dengan pengalaman yang menyenangkan dan sosial melalui permainan dan hiburan.

Jonathan Cheng, Kepala Perusahaan Konsultan Bain and Company, mencatat bahwa lingkungan regulasi data permisif China memungkinkan Alibaba dan Tencent untuk bekerja sama dalam proses ritel, termasuk media sosial, pembayaran, dan layanan keuangan lainnya.

Sebagian besar orang di China membeli barang melalui ponsel, sementara sekitar 87% penjualan di AS dilakukan di dalam toko dengan kartu kredit atau dengan uang tunai.

Penduduk Amerika semakin banyak menghabiskan uangnya pada Singles Day. Berkat pembelian tersebut, membawa keuntungan sekitar USD1,82 miliar tahun ini.

"Saya akan meramalkan bahwa festival Singels Day akan menjadi global dalam skala besar, seperti ikatan Black Friday dengan tradisi Thanksgiving di Amerika." Namun demikian, Adobe Klein mencatat bahwa ada faktor yang lebih besar daripada hanya peritel Cina yang lebih progresif dan agresif.

"Singles Day adalah fenomena di sekitar acara satu hari, sedangkan Cyber Monday adalah satu hari selama acara yang berlangsung selama dua bulan," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini