nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Malaysia Tertarik Garap Industri Kereta Api di RI

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 13:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 06 320 1987592 malaysia-tertarik-garap-industri-kereta-api-di-ri-YmBPKFkRRn.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – Pesatnya perkembangan transportasi perkeretaapian di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengundang ketertarikan para pelaku industri Malaysia.

Para pengusaha Malaysia siap bekerja sama dengan Indonesia untuk menyukseskan program-program bidang perkeretaapian di Tanah Air.

Ketertarikan Malaysia tersebut terungkap dalam kunjungan Asosiasi Industri Perkeretaapian Malaysia (Malaysia Rail Industry Corporation/MARIC) yang diprakarsai oleh agensi promosi Kantor Dagang Malaysia (Malaysia External Trade Development Corporation/MATRADE) di Jakarta belum lama ini.

 Baca Juga: Proyek Jalur Ganda Balapan Solo-Kedungbanteng Habiskan Rp1,2 Triliun

Trade Commisioner MATRADE Kedutaan Besar Malaysia Har Man Ahmad mengatakan, saat ini baik Indonesia maupun Malaysia tengah mengembangkan pembangunan infrastruktur yang berbasis rel.

Kedua negara juga telah lama mengoperasikan kereta api, baik di dalam kota maupun antar provinsi. Har menilai, secara umum Indonesia dan Malaysia juga memiliki banyak kesamaan.

Dengan kondisi ini, bertukar informasi mengenai pengalaman membangun, mengoperasikan dan memelihara sistem perkeretaapian, menurut dia, akan sangat bernilai bagi kedua negara.

“Kami ingin berpartisipasi dengan berbagi pengetahuan dan keahlian kami untuk mengembangkan negara tetangga kami. Hal ini sejalan dengan aspirasi Perdana Menteri Malaysia, Malaysia Makmur dengan Memakmurkan Negara Tetangga,” ujar Har dalam keterangan persnya.

 Baca Juga: Kereta Api Kelilingi Jateng-DIY Segera Beroperasi

Sekretaris MARIC Haniff Ghazali menjelaskan, kerja sama kedua negara di bidang perkeretaapian sudah pernah terjalin. Namun dengan pembangunan infrastruktur berbasis rel yang masif saat ini, kerja sama kedua negara perlu terus dikembangkan dan saling melengkapi.

Indonesia misalnya, melalui PT INKA telah memproduksi lokomotif dan gerbong kereta yang diekspor ke berbagai negara, termasuk Malaysia. Di sisi lain, beberapa perusahaan Malaysia seperti Mint Consult Sdn Bhd, Emrail Sdn Baht, juga beroperasi di Indonesia untuk memberikan bantuan teknis dan manajemen konstruksi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“MARIC ingin menekankan bahwa produk perkeretaapian Malaysia selalu siap dan dapat melengkapi kebutuhan industri perkeretaapian Indonesia,” terangnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini