nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengintip Perjalanan Karir Bos Unilever Paul Polman

Andrea Heschaida Nugroho, Jurnalis · Sabtu 08 Desember 2018 18:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 08 213 1988575 mengintip-perjalanan-karir-bos-unilever-paul-polman-YVl6Yiqxrd.jpg Bos Unilever Paul Polman (Foto: Bloomberg)

JAKARTA – Paul Polman merupakan CEO Unilever sejak Januari 2009. Di bawah kepemimpinannya, Unilever memiliki visi untuk meningkatkan dampak sosial positif melalui Unilever Sustainable Living Plan.

Paul terkenal aktif dalam bekerja sama dengan perusahaan lain untuk menerapkan bisnis jangka panjang yang berkelanjutan dan mendorong perubahan secara sistematik.

Melansir dari website resmi Unilever, Sabtu (1/12/2018), Paul merupakan ketua dari International Chamber of Commerce, anggota dari International Business Council of the World Economic Forum, ketua dari The B-Team, wakil ketua UN Global Compact, dan anggota dewan Consumer Goods Forum.

Baru-baru ini, Paul menjadi ketua dari World Business Council for Sustainable Development. Paul memiliki peran penting dalam mengembangkan pembangunan berkelanjutan, dan juga mempromosikan SDG Advocacy Group. Komitmennya dalam SDG, menciptakan sebuah komisi untuk pembangunan berkelanjutan dengan nama Business and Sustainable Development Commission dengan tagline “Better Business, Better World”.

Sebagai pengakuan terhadap kinerjanya di bidang bisnis, Paul dianugerahkan penghargaan seperti Rainforest Alliance Lifetime Achievement Award di 2014, Oslo Business for Peace Award, UN Environment Programme’s Champion of the Earth Award di 2015.

Pada tahun 2016, Paul menerima Chevalier de la Légion d’Honneur dari Perancis sebagai pengakuan atas usahanya dalam menggembleng aksi bisnis tentang keberlanjutan dan keterlibatannya selama UN Climate Change Conference (COP21) dan Singapore Government Public Service Star.

Tahun ini, Paul dinobatkan sebagai Honorary Knight Commander of the Order of the British Empire (KBE) untuk layanan bisnis dan menerima Medali Nijmegen sebagai pengakuan atas kontribusinya untuk membangun dunia yang lebih sustainable.

Paul memperoleh gelar BBA/BA dari University of Groningen, Belanda di tahun 1977, dan MA Ekonomi, juga MBA Keuangan/Pemasaran Internasional dari University of Cincinnati di tahun 1979.

Tak hanya itu, Paul juga dianugerahi gelar kehormatan dari berbagai universitas seperti Northumbria, Liverpool, Groningen, Cincinnati, dan gelar Doktor Kehormatan Sains dari University of Cranfield.

Paul juga merupakan ketua dari Perkins School for Blind International Advisory Board dan menjabat sebagai Presiden dari Kilimanjaro Blind Trust.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini