nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejar Target Pajak, Dirjen: Tak Ada yang Dadakan

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 11 Desember 2018 19:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 11 20 1989911 kejar-target-pajak-dirjen-tak-ada-yang-dadakan-iycQudMSfv.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Jelang penutupan tahun, penerimaan pajak per 30 November 2018 masih sangat jauh dari target. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak per 30 November 2018 mencapai Rp1.136,6 triliun.

Realisasi tersebut baru sekitar 80% dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Adapun target penerimaan pajak yang pada APBN 2018 sendiri sebesar Rp1.424 triliun.

Baca Juga: Kejar Rp1.350 Triliun, Dirjen Pajak: Ini Bukan Sesuatu yang Sulit

Direktur Jenderal Perpajakan Robert Pakpahan mengatakan, meskipun masih jauh dari target, namun dirinya tidak ada kiat khusus untuk mengejar target penerimaan perpajakan tersebut. Bahkan dirinya pun memastikan jika pihaknya tidak akan mengejar-ngejar siapapun yang sudah menunaikan kewajibannya untuk membayar pajak.

"Enggak ada kiat khusus. Kami mengedepankan kerja yang struktur saja. Kalau ada yang jatuh tempo ya kami tagih. Enggak ada yang dadakan di Desember ini," ujarnya dalam acara media Gathering di Cisarua Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/12/2018).

 Baca Juga: BPRD Tertibkan Penunggak Pajak

Robert mengakui jika penerimaan pada bulan November sedikit melambat, sehingga membuat penerimaan perpajakan menjelang tutup tahun ini memiliki margin yang cukup besar.

"Masih sulit tapi ini bukan sesuatu yang sulit. Karena November melambat Desember ini agak sedikit challenging bagi kita. Kita mengharapkan bisa mencetak Rp1.350 triliun," jelasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Keuangan, secara rinci penerimaan perpajakan hingga akhir November 2018 sebesar Rp1.301 triliun atau 80,4% dari total target APBN 2018 sebesar Rp1.618 triliun.

Realisasi ini tumbuh 15,3% dari November 2017 yang sebesar Rp1.129 triliun. Adapun secara rinci, penerimaan pajak tersebut terdiri dari PPh Migas yang sebesar Rp59,8 triliun. Angka tersebut tumbuh 26,7% dari periode yang sama di 2017.

 Baca Juga: KPK: Cobaan Pegawai Pajak Tinggi, Sistem Harus Ketat

Sementara penerimaan pajak yang berasal dari non migas mencapai Rp1.076 triliun. Angka tersebut tumbuh sekitar 14,8% dibandingkan periode yang sama di tahun 2017.

Adapun penerimaan non migas mencakup PPh non migas sebesar Rp591,6 triliun. Angka tersebut tumbuh 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara PPN dan PPnBM mencapai Rp459,9 triliun atau tumbuh sekitar 14,1%. Kemudian untuk pajak lainnya mencapai Rp25,30 triliun. Atau tumbuh 7,9%.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini