nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Ambruk, Pembangunan Jembatan Batang Kalu Dimulai Januari 2019

Jamilah, Jurnalis · Jum'at 14 Desember 2018 16:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 14 320 1991352 pasca-ambruk-pembangunan-jembatan-batang-kalu-dimulai-januari-2019-0eq4ahACEj.jpg Foto: Dokumentasi Kementerian PUPR

PADANG - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pemulihan ruas Jalan Padang-Bukit Tinggi yang terputus akibat ambruknya Jembatan Batang Kula di Kecamatan 2x11, Sumatera akan dilakukan secara 3 tahap.

Tahap pertama, pembangunan jembatan sementara ditargetkan fungsional satu jalur. Namun kehadiran jembatan sementara sangat penting karena jalur utama angkutan logistik dan manusia antara Padang-Bukittinggi-Pekanbaru dapat dipulihkan kembali.

“Saya khusus ke lokasi ini atas perintah Presiden Joko Widodo karena beliau memonitor dari dekat (penanganan jembatan Batang Kalu). Perintah beliau agar konektivitas ruas Padang - Bukittinggi pulih lebih cepat,” kata Menteri Basuki seperti yang dilansir dari Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat(14/12/2018).

 Baca Juga: Jembatan Darurat Padang-Bukittingi Hanya Bisa Dilalui Sepeda Motor dan Pejalan Kaki

Rencananya lalu lintas dari Padang ke Bukittinggi akan melalui jembatan sementara. Untuk arah sebaliknya dilakukan pengalihan arus melalui jalur Sicincin - Melalak.

Tahap kedua, Setelah jembatan sementara selesai, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Ditjen Bina Marga akan membangun jembatan bailey disamping jembatan sementara yang akan dimulai dan ditargetkan selesai dalam waktu tujuh hari.

Tahap ketiga, Jembatan Bailey digunakan untuk kedua arah, lalu jembatan sementara akan dibongkar dan diganti dengan jembatan permanen.

"Pembangunan jembatan permanen akan dimulai pada pertengahan Januari 2019 dan ditargetkan rampung dalam waktu 6 bulan,” ujar Menteri Basuki.

 Baca Juga: Jembatan Utama Penghubung Padang-Bukittinggi Putus, Arus Lalu Lintas Dialihkan

"Kami akan menggunakan kontraktor lokal, demikian juga material akan disuplai dari pabrik beton yang ada di Sumatera Barat. Biaya pembangunan jembatan diperkirakan sekitar Rp15 miliar. Meski hanya 30 meter namun menggunakan konstruksi bore pile sehingga butuh waktu 6 bulan. Kekuatannya bisa mencapai 100 tahun," jelasnya.

Untuk mencegah terjadinya gerusan air pada struktur bawah jembatan, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V - Ditjen Sumber Daya Air secara paralel saat ini juga tengah mengerjakan bangunan pengarah arus Sungai Batang Kula.

“Pekerjaan sudah dilakukan dengan dana tanggap darurat dan akan dilanjutkan dengan anggaran tahun 2019. Perkuatan tebing sungai dilakukan dengan menggunakan sheet pile di kedua sisi jembatan dan ditargetkan rampung pada Februari 2019,” kata Kepala BWS Sumatera V Maryadi Utama.

 Baca Juga: Air Terjun Lembah Anai Meluap, Jalan Raya Padang-Bukittinggi Terendam

Sementara itu, Basuki juga meninjau jembatan lain yakni Jembatan Batang Mangor yang juga rusak akibat banjir yang berada di ruas jalan kabupaten di Kecamatan Padang Sago. Perbaikan jembatan tersebut akan dilakukan secara gotong royong antara Kementerian PUPR dengan Pemerintah Daerah.

“Kami akan lakukan pengecekan menyeluruh terlebih dahulu, mungkin tidak perlu dibongkar semua, cukup dilakukan pengangkatan dan retrofit,” pungkas Basuki.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini