nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan Warga Minati Hunian DP Nol Rupiah

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 10:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 17 470 1992235 ribuan-warga-minati-hunian-dp-nol-rupiah-m1AftmkEAU.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA – Ribuan warga Jakarta telah mendaftar hunian DP Nol Rupiah. Pendaftar tersebut akan diverifikasi terlebih dahulu untuk menempati 703 unit di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Rumah DP Nol Rupiah Zikran Kurniawan mengatakan, pendaftaran sudah ditutup dan total pendaftar 2.400 orang. Saat ini masuk tahap kelengkapan berkas sambil mengonfirmasi data-data pendaftar. ”Mereka (pendaftar) belum tentu mendapatkan. Nanti ada tahap seleksi lagi. Kami verifikasi kebenaran data dan prioritasnya kemudian data diserahkan ke pihak perbankan,” ujar Zikran kemarin. Proses verifikasi melihat kebenaran syarat keuangan dan identitas pendaftar minimal lima tahun menetap di Jakarta serta sudah atau belum memiliki rumah. Dia meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta juga ikut mengecek data pendaftar.

Baca juga: Pendaftaran Rumah DP Nol Rupiah Klapa Village Dibuka Mulai 1 November

Program DP Nol Rupiah hanya diperuntukkan bagi warga berpenghasilan di atas upah minimum provinsi (UMP) sebesar Rp4 juta-Rp7 juta per bulan. Mereka dapat mencicil unit dengan berbagai pilihan tenor. Untuk jangka waktu cicilan mulai 10-20 tahun paling ringan Rp1,1 juta per bulan. Hunian Klapa Village terbagi atas enam tipe. Tipe studio berukuran 21 meter persegi dengan harga per unit Rp184 juta. Besar cicilan setiap bulan Rp1,9 juta untuk jangka waktu 10 tahun, Rp1,4 juta untuk 15 tahun, dan Rp1,17 juta untuk cicilan 20 tahun. Tipe studio ukuran 22,25 meter persegi harga unitnya Rp195,8 juta.

Untuk jangka waktu cicilan 10 tahun akan dikenakan Rp2 juta setiap bulan, jangka waktu 15 tahun Rp1,49 juta, serta tenor 20 tahun Rp1,24 juta. Untuk tipe paling besar dengan dua kamar seluas 35,3 meter persegi Rp341,7 juta. Cicilan 10 tahun dikenakan Rp3,5 juta per bulan, masa 15 tahun Rp2,6 juta, dan jangka waktu 20 tahun Rp2,16 juta. Pemprov DKI mengingatkan warga yang lolos verifikasi dan seleksi mendapatkan hunian DP Nol Rupiah untuk melapor ke pemprov jika ingin menjual unit ke pihak lain. ”Tidak bisa langsung ke orang lain. Kalau kedapatan, akan dikenakan sanksi,” tegas pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta Meli Budiastuti.

rumah

Alasan Pemprov DKI memonopoli sistem DP Nol Rupiah lantaran tujuan pembangunan hunian ini hanya untuk masyarakat menengah ke bawah yang memiliki KTP Jakarta, di mana calon pembeli berpenghasilan maksimal Rp7 juta. Karena itu, DP Nol Rupiah tidak sama dengan program 1.000 tower milik pemerintah pusat. Pada program tersebut DKI tidak bisa masuk dan mengawasi. Untuk pembelian hunian DP Nol Rupiah dari masyarakat ke Pemprov DKI harganya ditentukan melalui appraisal. Artinya, pembeli tidak bisa sepenuhnya menentukan taksiran harga berdasarkan kemauannya.

Besaran harga ditentukan nilai jual objek bangunan (NJOB) dan nilai jual objek tanah (NJOT). Setelah unit laku terjual, Pemprov DKI akan menjual kembali ke masyarakat yang belum memiliki rumah. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana berharap pembangunan hunian DP Nol Rupiah yang dikerjakan PD Pembangunan Sarana Jaya dapat selesai tepat waktu sehingga warga yang sudah mendaftar benar-benar merasakan program tersebut. ”Saya berharap tidak ada kendala dalam proses pembangunan dan verifikasi data pendaftar. Program DP Nol Rupiah harus tepat sasaran,” katanya.

(Bima Setiyadi)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini