nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jembatan Darurat Padang-Bukittinggi Sudah Bisa Dilalui Satu Jalur

Jamilah, Jurnalis · Selasa 18 Desember 2018 11:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 18 470 1992790 jembatan-darurat-padang-bukittinggi-sudah-bisa-dilalui-satu-jalur-6nbkhw23Ck.jpeg Jembatan (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

PADANG – Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Padang Ditjen Bina Marga Aidil Fikri membuka Jembatan darurat agar kendaraan bisa melewati Jalan Padang-Bukittinggi.

Ruas Jalan Padang - Bukittinggi sudah kembali bisa dilalui kendaraan setelah selama satu minggu terputus akibat ambruknya Jembatan Batang Kalu di Kecamatan 2x11, Padang Pariaman, Sumatera Barat.

“Bapak Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan target bahwa jembatan sudah harus bisa dilalui pada Sabtu kemarin (15/12). Namun karena hujan lebat, kami terpaksa menghentikan pekerjaan selama 8 jam karena muka air Sungai Batang Kalu sempat naik,” kata Aidil yang dikutip dari Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa(18/12/2018).

Baca Juga: Pemerintah Jokowi Kebut Bangun Jembatan Darurat Padang-Bukittinggi

Meski ditargetkan untuk kembali fungsional pada hari Sabtu, Aidil mengatakan tetap mengedepankan kualitas jembatan dan keselamatan pekerja sehingga pekerjaan terpaksa dihentikan selama 8 jam.

Panjang jembatan darurat 36 meter yang terdiri dari 12 panel baja. Jembatan ini hanya bisa dilalui satu jalur yakni untuk kendaraan dari Padang ke Bukittinggi. Sementara untuk arah sebaliknya dilakukan pengalihan arus melalui ruas jalan Sicincin Melalak.

Setelah jembatan darurat selesai, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) III Padang akan membangun jembatan bailey di samping jembatan tersebut dengan target selesai dalam waktu tujuh hari.

jembatan

Setelah jembatan bailey bisa digunakan untuk dua arah, jembatan darurat akan dibongkar lalu dibangun jembatan permanen di lokasi tersebut. Pembangunan jembatan permanen akan dimulai pada pertengahan Januari 2019 dan ditargetkan rampung dalam waktu 6 bulan.

"Pembangunan jembatan diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 15 miliar dan membutuhkan waktu 6 bulan. Meski hanya 36 meter namun menggunakan konstruksi bore pile. Kekuatannya bisa mencapai 100 tahun," jelasnya.

Untuk mencegah terjadinya penggerusan pada struktur bawah jembatan, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V-Ditjen Sumber Daya Air secara paralel saat ini juga tengah mengerjakan bangunan pengarah arus Sungai Batang Kalu. Pekerjaan berupa perkuatan tebing sungai dilakukan dengan menggunakan sheet pile di kedua sisi jembatan dan ditargetkan rampung pada Februari 2019.

(kmj)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini