nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Pertamax Cs Turun, Dirut Pertamina: Ditunggu Saja

Rabu 19 Desember 2018 15:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 19 320 1993430 harga-pertamax-cs-turun-dirut-pertamina-ditunggu-saja-TQbCyLGZ6g.jpg Foto: Nicke Widyawati (Okezone)

KARAWANG - Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yakni Pertamax masih harus menunggu, meskipun harga minyak mentah dunia dalam beberapa bulan terakhir terus anjlok.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati masih enggan bicara mengenai perubahan harga BBM non subsidi yang dijual perseroan.

 Baca Juga: Kapan Harga Pertamax Cs Turun? Dirjen Migas: Mudah-mudahan Januari 2019

Terang dia, perseroan akan mengumumkan kepastian perubahan harga tersebut pada waktunya. Menurutnya menunggu waktu yang pas untuk menurunkan harga BBM non subsisidi seperti Pertamax Cs.

"Belum. Ya ditunggu saja. No comment. Itu corporate action, jadi ya sudah nanti akan dilaksanakan pada waktunya. Tunggu saja," ujar Nicke di Karawang, Jawa Barat, Rabu (19/12/2018).

Seperti diketahui pada 10 Oktober 2018, PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga BBM di SPBU, khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO. Sedangkan harga BBM Premium, Biosolar PSO dan Pertalite tidak naik.

Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO saat itu merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik dimana saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus USD80 per barel. Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan penyesuaian harga.

 Baca Juga: Harga Pertamax Cs Akan Turun, Paling Lambat Januari 2019

Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Rp10.400/liter, Pertamax Turbo Rp 12.250/liter, Pertamina Dex Rp 11.850/liter, Dexlite Rp10.500/liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800/liter

Sementara itu hingga pekan ketiga Desember 2018, terpantau harga minyak dunia terus merosot dari sebelumnya USD80 per barel menjadi hingga USD58,95 per barel.

Terpantau baik minyak mentah AS dan Brent telah berkurang lebih dari 30% sejak awal Oktober di tengah pembengkakan pasokan minyak mentah global. (sindonews)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini