nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Revitalisasi 6 UPPKB Butuh Rp330,6 Miliar

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 22 Desember 2018 15:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 22 320 1994723 revitalisasi-6-uppkb-butuh-rp330-6-miliar-VLn78Lx3mY.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyelenggarakan Market Sounding Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dalam hal ini, pemerintah menawarkan pengembangan Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) di Pulau Sumatera dan Jawa sesuai dengan standar peraturan berlaku menggunakan skema KPBU.

Proyek ini merupakan revitalisasi UPPKB melalui pengembangan 6 jembatan timbang di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Revitalisasi 6 UPPKB ini membutuhkan total investasi sekitar Rp330,6 miliar dengan pengembalian investasi berasal dari availability payment (AP) selama masa konsesi 15 tahun.

 Baca Juga: Sistem Monitoring Jembatan Timbang Wajib Digitalisasi

Adapun 3 UPPKB berada di Pulau Sumatera, yaitu Muara Tembesi, Merapi dan Blambangan Umpu. Sementara 3 UPPKB lain berada di Pulau Jawa, yaitu Tanjung, Subah, dan Guyangan.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Ikmal Lukman mengatakan, pengembangan UPPKB ini bertujuan bukan hanya untuk membangun dan mengadakan fasilitas pendukung operasional jembatan timbang, juga untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan menjaga kondisi infrastruktur jalan.

”Ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi UPPKB dalam pengawasan, penindakan, dan pencatatan atas kendaraan bermotor tipe angkut muat,” ujarnya di Jakarta.

Ikmal melanjutkan, pemilihan skema KPBU dalam penyediaan infrastruktur tidak hanya atas pertimbangan efisiensi anggaran semata.

Dengan pemanfaatan partisipasi swasta, diharapkan terjadinya transfer keahlian dalam penggunaan teknologi dan pengalaman yang dimiliki.

”Kebutuhan infrastruktur sangat urgen karena akan memengaruhi roda perekonomian,” ungkapnya.

 Baca Juga: Berantas Pungli, Jembatan Timbang Lampung Beroperasi

Proyek ini direncanakan mendapatkan penjaminan pemerintah (government guarantee) melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dengan lingkup jaminan berupa kepastian pembayaran AP serta risiko politik dan regulasi.

Direktur Prasarana Darat Kemenhub Chandra Irawan mengatakan, pihaknya akan melakukan pengembangan UPPKB melalui skema KPBU meliputi 6 lokasi, yaitu UPPKB Tanjung Kabupaten Brebes, UPPKB Subah Kabupaten Batang, UPPKB Guyangan Kabupaten Nganjuk, UPPKB Blambangan Umpu Kabupaten Lampung Utara, UPPKB Merapi Kabupaten Lahat, dan UPPKB Muara Tembesi Kabupaten Batanghari.

Kepala Sub-Direktorat Prasarana Penimbangan Kendaraan Bermotor Iman Sukandar mengatakan, cakupan pekerjaan pengembangan UPPKB di Pulau Sumatera dan Jawa di antaranya mendesain, membiayai, serta pengadaan dan pemeliharaan fasilitas utama dan fasilitas penunjang terkait pengoperasian UPPKB.

Fasilitas utama UPPKB terdiri atas bangunan kantor, landasan penimbangan, bangunan penindakan pelanggaran, weight in motion (WiM), serta penimbangan dan penurunan muatan. ”Tahap prakualifikasi proyek akan dilakukan sekitar kuartal II/2019,” tuturnya. (Oktiani Endarwati)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini