nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Upsus Siwab Tingkatkan Populasi Sapi di RI dan Kesejahteraan Peternak

Andrea Heschaida Nugroho, Jurnalis · Senin 24 Desember 2018 15:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 24 320 1995454 upsus-siwab-tingkatkan-populasi-sapi-di-ri-dan-kesejahteraan-peternak-t2HpAx5Of0.jpg Foto: Dok. Kementan

Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Asal Ternak

 

Diarmita menekankan bahwa swasembada protein hewani selain dipenuhi dari ikan, saat ini pemerintah juga mendorong pemenuhan protein hewani asal ternak. Artinya, sumber protein hewani yang dikonsumsi masyarakat berasal dari keanekaragaman ternak, tidak tergantung pada satu macam sumber protein saja.

Untuk itulah, dilakukan penguatan peningkatan produksi dan produktivitas tidak hanya untuk sapi dan kerbau, namun Kementan juga mendorong bertumbuhkembangnya ternak lainnya, seperti kambing, domba, kelinci, unggas, dan sapi perah.

Hal ini terlihat dari tren perkembangan populasi sapi dari 2014 sampai 2017 mengalami kenaikan sebesar 12,6%. Populasi kerbau dari 2014 sampai 2017 mengalami kenaikan sebesar 4,5%. Demikian juga dengan populasi komoditas ternak lainnya, seperti babi, kambing, domba, ayam buras, ayam ras pedaging dan petelur, serta itik dari 2014 sampai 2017 mengalami kenaikan", ungkap I Ketut Diarmita.

Menurut Diarmita, semua upaya yang dilakukan Ditjen PKH Kementan, telah berhasil meningkatkan tren produksi komoditas peternakan. Berdasarkan data dari BPS, produksi daging 2017 sebesar 3.467,6 ribu ton, meningkat menjadi 3.593,5 ribu ton (angka sementara) tahun ini produksinya mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5,31%, dari tahun 2014 hingga 2018. Produksi telur pun meningkat dari 2.090 ribu ton pada 2017 menjadi 2.228,3 ribu ton (angka sementara) pada 2018 dengan pertumbuhan rata-rata 6,20% dari tahun 2014, sedangan susu rata-rata pertumbuhannya sebesar 3,38 dari tahun 2014 hingga 2018.

Ternak unggas memberikan kontribusi paling besar dalam peningkatan produksi daging dan telur. Selama lima tahun terakhir, terjadi peningkatan rata-rata di atas 5%, khususnya untuk ayam ras pedaging dan ras petelur.

“Peningkatan ini dipengaruhi oleh besarnya investasi di bidang perunggasan sebesar 70%-80%dari total investasi sub sektor peternakan,” kata Diarmita.

Program terobosan lain yang saat ini diluncurkan Kementan adalah program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi protein hewani dan pendapatan Rumah Tangga Miskin di pedesaan.

Tahun 2018, Kementan telah mendistribusikan bantuan ayam /itik sebanyak 4.944.100 ekor kepada 99.012 Rumah Tangga Miskin (RTM) beserta paket bantuan pakan dan obat-obatan.

"Dari bantuan yang diberikan tersebut sebagian besar ayamnya saat ini sudah bertelur, sehingga bisa dikonsumsi oleh keluarga RTM tersebut, dan lebihnya dapat dijual, sehingga menjadi sumber pendapatan baru buat keluarga," tutup Diarmita.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini