nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perbaikan Tanjung Lesung Ditargetkan Rampung Awal Januari 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 24 Desember 2018 18:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 24 320 1995527 perbaikan-tanjung-lesung-ditargetkan-rampung-awal-januari-2019-Noit0oQAit.jpeg Dirut Jababeka (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Objek wisata Tanjung Lesung meninggalkan kerusakan menyusul tsunami yang terjadi di Selat Sunda beberapa waktu lalu. Berdasarkan laporan PT Banten West Java (BWJ) Tourism Development selau anak usaha PT Jababeka Tbk beberapa hotel yang ada di Tanjung Lesung dinyatakan rusak.

Direktur Utama PT Jababeka Setyono Djuandi Darmono mengatakan, kerusakan tersebut akan secepatnya diperbaiki. Bahkan dirinya menargetkan seluruh hotel Tanjung Lesung yang dikelola oleh BWJ ditargetkan bisa rampung seluruhnya pada awal Januari 2019.

Menurut Darmono upaya percepatan perbaikan dilakukan agar minat masyarakat untuk mengunjung Tanjung Lesung tidak berkurang. Apalagi sudah banyak masyarakat yang sudah memesan (booking) paket wisata di Tanjung Lesung untuk merayakan pergantian tahun.

"Proses recovery sendiri secepatnya untuk membuka kembali supaya tidak hilang minat yang mau kesana. Kami berharap hotel bisa beroperasi lagi karena banyak kamar yang sudah dibooking," ujarnya dalam acara konferensi pers di Menara Batavia, Jakarta, Senin (24/12/2018).

Sambil membangun lanjut Darmono, pihaknya akan melakukan promosi secara terus menerus untuk menarik wisatawan berkunjung ke Tanjung Lesung. Utamanya adalah wisatawan mancanegara yang mengaku banyak tertarik dengan keindahan alam yang ada disana.

"Sambil itu sambil membangun terus sambil terus menerus promosi supaya investor datang kembali," jelasnya.

Sebab,Menurut Darmono dalam beberapa hari kedepan Tanjung Lesung akan terus didatangi oleh wisatawan baik itu lokal maupun mancanegara. Meskipun diakuinya akan ada perubahan segmen pasar pada pengujung pasca bencana tsunami beberapa waktu lalu.

Jika semula pengunjung yang datang untuk berlibur bersma keluarga, kerabat serta rekan kerja. Kini pengunjung yang datang pasca tsunami merupakan peneliti-peneliti yang ingin mencari tahu mengenai fenomena Anak Gunung Krakatau yang kebetulan letaknya tidak jauh dari Tanjung Lesung.

Selain itu, jika biasanya orang yang datang adalah tujuannya untuk berenang, ber-snorkling dan bersenenang-senang. Kini orang yang datang merupakan ilmuwan yang ingin melakukan penelitian mengenai fenomena Anak Gunung Krakatau dan tsunami.

"Saya kira tidak akan ada perubahan, kalau kemarin biasanya yang datang itu pengen berenang sekarang yang datang itu ilmuwan," jelasnya.

Mengenai angka kerugian, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan perhitungan secara detil. Namun jika dari hitung-hitungan sementara dia memperkirakan total nilai kerusakan yang diakibatkan dari bencana tersebut mencapai Rp150 miliar.

"Ya kalau perlu dibangun kembali gedung-gedung itu perlu barangkali Rp150 miliar, kurang lebih lah," jelasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini