nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Disebut Kejadian Langka, Infrastruktur Tak Banyak Berdampak Akibat Tsunami Selat Sunda

Jamilah, Jurnalis · Senin 24 Desember 2018 18:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 24 470 1995474 disebut-kejadian-langka-infrastruktur-tak-banyak-berdampak-akibat-tsunami-selat-sunda-TSyWK1EiHq.jpg Menteri Basuki Tinjau Pasca Tsunami Selat Sunda (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, prioritas utama pada masa tanggap darurat pascabencana tsunami di Pandeglang dan Lampung Selatan adalah melakukan evakuasi korban meninggal dunia dan menyelamatkan korban yang hidup, membersihkan sampah dan puing, serta memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi para pengungsi selama tujuh hari ke depan.

“Saya kira ini kejadian langka, karena tidak ada gempa tapi terjadi tsunami. Ini tengah diteliti oleh para pakar apa penyebabnya. Dari sisi infrastruktur tidak banyak terdampak. Paling parah banyak sampah yang menjadi tugas Kami untuk membersihkannya serta rumah-rumah semi permanen yang rusak,” jelas Menteri yang dikutip dari Kementerian PUPR, Jakarta, Senin(24/12/2018).

 Baca Juga: Pasca-Tsunami, Pengelola Tanjung Lesung Siap Kembalikan Uang Masyarakat

Selain itu, Basuki juga menambahkan bahwa kejadian bencana di Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulteng, Pandeglang dan Lampung menjadi lesson learned akan pentingnya bangunan gedung memenuhi building code sehingga adaptif dan tangguh bencana.

“Penerapan building code sangat penting. Mulai awal 2019, Kami akan intensifkan sosialisasi building code ke daerah-daerah terutama yang rawan bencana,” tegas Basuki.

 

Dalam rangka memperlancar kordinasi pemenuhan kebutuhan dan mobilisasi alat berat dan peralatan air bersih dan sanitasi, Basuki menunjuk Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau, Ciujung dan Cidurian Tris Raditian sebagai Ketua Satgas Penanganan Bencana di Pandeglang.

 Baca Juga: Pasca-Tsunami Selat Sunda, Menteri Jonan Minta Listrik Segera Dipulihkan

Kementerian PUPR menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia akibat bencana tsunami di Pandeglang dan Lampung termasuk satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PUPR yakni Kepala Seksi Hidrologi Ditjen Sumber Daya Air Brilian Parmawati dan putranya Fahmi Razindra Dahlan.

Untuk membantu pembersihan jalan Kementerian PUPR sudah mengirimkan sejumlah alat berat dan sebagian sudah berada di lapangan, yakni 7 ekskavator, 12 dump truck, dan 2 loader. Selain itu juga dikirimkan 16 mobil tangki air, 2 mobil toilet dan 20 hidran umum untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi para pengungsi. Tambahan alat berat dan peralatan air bersih dan sanitasi akan dikirimkan dari Jakarta dan Banten.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini