nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OJK Setujui Perubahan Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham

Rabu 26 Desember 2018 13:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 26 278 1996086 ojk-setujui-perubahan-pencatatan-saham-dan-efek-bersifat-ekuitas-selain-saham-4aLVejFrnd.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Tutup 2018, banyak peraturan baru dan perubahan aturan pasar modal di terbitkan dan salah satunya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyetujui rancangan perubahan peraturan I-A tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham.

”Sudah kami setujui dan pelaksanaan akan di atur bursa lebih lanjut,”kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK, Fakhri Hilmi, dikutip dari Harian Neraca, Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Dalam salah satu pasalnya disebutkan, adanya direksi independen bukan lagi sebagai kewajiban sebagai perusahaan tercatat. Maka dengan demikian akan memberi ruang penghematan bagi emiten. Di samping itu, dalam rancangan tersebut memberi kesempatan bagi perusahaan rintisan dengan aset berwujud di bawah Rp5 miliar tercatat di papan perdagangan bursa.

Baca Juga: OJK Targetkan DPK 2019 Tumbuh 11%

Sementara Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menambahkan, pihaknya memberikan alternatif syarat NTA (Net Tangible Asset) minimal Rp5 miliar di papan pengembangan, berupalaba usaha tahun buku terakhir minimal Rp1 miliar dan market cap minimal Rp100 miliar atau pendapatan usaha tahun buku terakhir minimal Rp40 miliar & market cap minimal Rp200 miliar.

Selain itu, lanjut Yetna, BEI tidak lagi mengatur batasan nilai nominal saham minimal Rp100, namun mengatur harga saham perdana minimal Rp100. Berikutnya, Direktur Independen boleh merangkap jabatan di perusahaan lain yang merupakan anak perusahaan yang terkonsolidasi dengan perusahaan tercatat. Menariknya, dalam perubahan peraturan tersebut, BEI akan menerapkan notifikasi pada kode saham bermasalah.

Emiten yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut bisa mengajukan permohonan ke BEI dengan menyertakan alasannya. Permohonan tersebut selanjutnya akan dievaluasi oleh BEI sebelum diputuskan. Di sisi lain, BEI kini tengah mempersiapkan implementasi i-suite 2, yakni fasilitas penyematan notasi khusus pada kode saham emiten untuk memberikan informasi tambahan tentang kondisi terkini emiten, terutama faktor-faktor negatif yang patut diwaspadai investor. Disebutkan dalam uji coba terdapat 30-40 saham yang akan terkena notifikasi.

Baca Juga: Fundamental Ekonomi Terjaga, Sektor Jasa Keuangan Dalam Kondisi Stabil

Menurut Hasan Fawzi, Direktur Pengembangan BEI,program yang dikenal sebagai program i-suite 1 merupakan program lama, tetapi program itu belum dapat diberlakukan tahun ini.”Sayangnya belum bisa diberlakukan karena sedang dalam proses perumusan SK-nya dan juga nanti akan mengalami proses pembahasan dengan OJK,”ungkapnya.

Asal tahu saja, fasilitas i-suite 1 atau pengubahan kode saham ini disiapkan bursa untuk mengakomodasi kebutuhan beberapa perusahaan yang mengalami perubahan mendasar, antara lain dari segi nama emiten, pemegang saham pengendali, dan lini bisnis utama. Selama ini, kendati ketiga hal tersebut berubah, emiten tersebut tetap tercatat dengan kode saham yang lama. Padahal, kode saham merupakan representasi yang secara tidak langsung merujuk pada ketiga hal tersebut, entah singkatan nama, bidang usaha, atau bagian dari grup usaha tertentu.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini