Share

Kini Ada Teknologi Microbubble Budidaya Udang Vaname, Ini Kelebihannya

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 26 Desember 2018 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 26 320 1996030 kini-ada-teknologi-microbubble-budidaya-udang-vaname-ini-kelebihannya-Wz8B3Zn7x6.jpg Foto: Taufik Okezone

JAKARTA - Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan teknologi microbubble untuk budidaya udang vaname ultra-intensif hari ini.

Kepala BRSDMKP Sjarief Widjaja mengatakan teknologi microbubble ini, merupakan terobosan teknologi untuk budidaya udang vaname di rumah masing-masing.

"Jadi, budidaya udang vaname ultra-intensif merupakan lompatan teknologi. Pasalnya, bisa dilakukan pada rumah-rumah di perkotaan," ujarnya di Gedung BRSDMKP, Jakarta Utara, Rabu (26/12/2018).

 Baca Juga: Ekspor Perikanan RI Tembus USD5 Miliar, Udang Jadi Primadona

Dia menjelaskan, ada beberapa temuan setelah dilakukannya teknologi microbubble tersebut, seperti proses penyebaran bibit (pendederan), skala kecil sampai dua ribu per meter kubik. Di mana ini merupakan lompatan teknologi yang tinggi.

"Apabila skala kecil saja bisa sampai dua ribu, yang skala besar akan lebih banyak lagi. Dan nantinya skala ekonominya akan tinggi dan ini dilakukan di perkotaan," tuturnya.

 

Dia menuturkan, bahwa pada teknologi microbubble ini sangat disukai oleh anak-anak milenial, karena udang vaname dengan warna macam-macam ini bisa menarik apabila diedarkan di supermarket.

"Teknologi ini untuk kendala yang dihadapi oleh pembudidaya perikanan, khususnya udang, seperti biaya listrik yang tinggi, modal yang cukup besar, adanya limbah yang tidak dikelola dengan baik, serangan penyakit, serta daya dukung lingkungan yang menurun," ungkapnya.

 Baca Juga: Menteri Susi Jadikan Udang Andalan Ekspor Produk Perikanan

Dia menambahkan bahwa, budidaya udang pada umumnya belum dapat memberikan dampak terhadap pembudidaya skala kecil atau rumah tangga, karena sebagian besar masih dikuasai oleh petambak bermodal besar.

"Permasalahan lainnya adalah keterbatasan lokasi budidaya karena jauh dari sumber air laut atau payau," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini