Share

Sudah Untung Besar, Teknologi Microbubble Tingkatkan Produktivitas Udang Vaname

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 26 Desember 2018 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 26 320 1996069 sudah-untung-besar-teknologi-microbubble-tingkatkan-produktivitas-udang-vaname-5RRD3yGg0G.jpg Foto: Taufik Okezone

JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja mengatakan, teknologi microbubble untuk budidaya udang vaname ultra intensif bisa mengembangkan kurang lebih 1.000 ekor meter kubik (m3).

"Sehingga produktivitas udang yang dihasilkan sangat tinggi. Sebelum adanya invensi teknologi tersebut, budidaya udang vaname tertinggi dicapai pada budidaya supra intensif dengan kepadatan 400 ekor/m3," ujarnya di Gedung BRSDMKP Ancol Jakarta, Rabu (26/12/2018).

 Baca Juga: Muara Angke dan Cilincing Dijadikan Kampung Udang Vaname

Terlebih, lanjut dia teknologi microbubble ini memiliki beragam kelebihan, di antaranya yaitu tanpa penggantian air, tidak ada air limbah perikanan yang dibuang ke lingkungan.

"Serta bisa diaplikasikan di tengah perkotaan yang jauh dari sumber air laut, karena pengelolaan media air budidaya dilakukan secara berkelanjutan. Dan kelebihannya, tidak memerlukan proses penyifonan, yaitu pembuangan lumpur limbah sisa pakan dan kotoran udang," tuturnya.

Dia menuturkan, limbah padatan pada sistem ini akan tertangkap di filter fisik, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman dan dapat diaplikasikan pada skala rumah tangga hingga industri sehingga pembudidaya kecil dapat diberdayakan.

"Sistem dan metode budidaya udang vaname ultra intensif ini juga telah didaftarkan patennya melalui Sentra Kekayaan Intelektual KKP, dengan nomor paten P00201810738, sedangkan teknologi mikrobublenya telah diberi sertifikat paten nomor IDS000002014," ungkapnya.

Baca Juga: Kini Ada Teknologi Microbubble Budidaya Udang Vaname, Ini Kelebihannya

Dia menambahkan, dengan adanya penggunaan teknologi microbubble dalam kolam ukuran volume 49 m3, selama 60 hari pembesaran, mampu menghasilkan udang berukuran berat 14 gram per ekor dari berat awal 0,5 gram dan meraup keuntungan bersih sebesar Rp94,3 juta per tahun dengan nilai investasi awal Rp31 juta.

"Kita harapkan hasil penemuan ini dapat menjadi solusi permasalahan yang timbul pada budidaya udang vaname sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini