nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Terguncang Imbas Turunnya Penjualan Apple

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 21:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 03 278 1999667 wall-street-terguncang-imbas-turunnya-penjualan-apple-XMlIhpp6mQ.jpg Foto: Reuters

NEW YORK - Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat, setelah Apple Inc menurunkan proyeksi pendapatannya sebagai dampak dari perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China.

Selain itu, perlambatan ekonomi China juga akan menggerus pendapatan produsen iPhone tersebut.

Saham Apple merosot 8,5% sebelum bel pembukaan setelah perusahaan memangkas perkiraan pendapatannya pada penjualan iPhone yang melambat di China.

"Apple mengulangi kekhawatiran bahwa China dan masalah perang dagang belum terselesaikan," kata Kepala Strategi Investasi SlateStone Wealth LLC Robert Pavlik seperti dikutip Reuters, Jakarta, Kamis (3/1/2018).

 Baca Juga: Apple Jadi Korban Perang Dagang AS-China

"Para investor khawatir bahwa Apple harus melaporkan penurunan pendapatan, siapa lagi yang bisa dilindungi dari hal seperti itu," sambungnya.

Dia memperingatkan soal saham Apple, sebab Apple salah satu saham yang masuk indeks utama Wall Street. Hal in akan mengguncang pasar keuangan, karena investor mencari aman dalam obligasi dan aset yang kurang berisiko.

Tercatat, Dow e-minis 1YMc1 turun 256 poin, atau 1,10%, S&P 500 e-minis ESc1 turun 25,5 poin, atau 1,02% dan Nasdaq 100 e-minis NQc1 turun 110,5 poin, atau 1,73%

Seperti yang diberitakan Okezone, pertumbuhan ekonomi China yang melambat dan perang dagang yang berkelanjutan, membuat Apple berada di jalur yang mengkhawatirkan. Perdagangan saham Apple menjadi yang terlemah sejak 1990, bahkan pada 2019 akan lebih buruk lagi.

Sebagai ekonomi terbesar kedua, China merasakan dampak dari prospek perdagangan yang semakin gelap. Pemerintah China pun telah mengupayakan untuk mengendalikan pinjaman berisiko setelah utangnya naik cepat.

 Baca Juga: Wall Street Menguat Tipis di Tengah Anjloknya Saham Apple

China merupakan pasar yang sangat besar bagi Apple. Sekira 15% berkontribusi pada pendapatan perusahaan secara global.

“Sementara kami mengantisipasi beberapa tantangan di pasar-pasar berkembang utama, kami tidak melihat besarnya perlambatan ekonomi, khususnya di China Raya,” ujar Chief Executive Officer Apple Timothy Donald Cook, dalam surat yang ditulisnya.

Saat ini, Apple mengharapkan pendapatan bulan Desember sekitar USD84 miliar atau turun dari kisaran perkiraan sebelumnya antara USD89 miliar dan USD93 miliar. Sebelumnya, Iphone merupakan salah satu produk Apple terlaris selama bertahun-tahun, dengan penjualan terhitung hampir 60% dari total penjualan Apple dalam tiga bulan yang berakhir pada September lalu.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini