Geser Perbankan, Kini Masalah Ekonomi Digital Paling Banyak Diadukan

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 03 320 1999496 geser-perbankan-kini-masalah-ekonomi-digital-paling-banyak-diadukan-pdBGBt0whK.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Seiring berkembangnya teknologi, menyebabkan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia menjadi yang tercepat se kawasan Asia Tenggara (ASEAN) dalam kurun 2018. Nilai pasar sektor ini mencapai USD27 miliar (Rp391 triliun) untuk transaksi konsumen online yang meliputi e-commerce, media online, dan perjalanan online.

Kendati demikian, sektor ekonomi digital justru mendapat banyak pengaduan dari konsumen. Sepanjang 2018, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat data pengaduan online di yayasan ini terbanyak diduduki oleh sektor ekonomi digital.

“Data pengaduan online di YLKI terbanyak ada di sektor digital ekonomi,” jelas Koordinator Divisi Pengaduan dan Hukum YLKI Sularsi kepada Okezone, Kamis (3/1/2019).

 Baca Juga: LBH dan YLKI Diserbu Pengaduan Pinjaman Online, Begini Modus Penipuannya!

Selain sektor digital ekonomi, Sularsi menuturkan pengaduan terbanyak kedua ditempati oleh jasa keuangan. Posisi ketiga oleh sektor telekomunikasi dan posisi keempat oleh sektor perumahan.

Sularsi juga menambahkan, ke depan pengaduan ekonomi digital yang berupa pinjaman online dan e-commerce (belanja online) akan lebih mendominasi.

Hal ini tentu mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Adapun pada 2017 lalu, YLKI menerima pengaduan paling banyak dari konsumen untuk pelayanan sektor perbankan sebanyak 24%.

 Baca Juga: Selamat Tinggal, Ratusan Aplikasi Fintech Ilegal Diblokir

Diketahui, sektor perbankan ini sebelumnya sudah menempati posisi tertinggi selama enam tahun terakhir. Namun, 2018 ini mampu tergeser dengan sektor ekonomi digital.

“Meski bukan perbankan lagi, tapi lingkungannya masih financial. Namun, saat ini basisnya teknologi,” tambahnya.

Adapun setelah sektor perbankan, posisi kedua pada 2017 lalu ditempati sektor ketenagalistrikan sebanyak 14%, sektor perumahan sebanyak 11%, sektor pembiayaan 8%, dan sektor telekomunikasi 6%.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini