nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tol Ini Dibangun Pakai Utang Pemerintah

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 07:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 03 320 1999651 tol-ini-dibangun-pakai-utang-pemerintah-MdzIu3IX5i.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) mengakui ada beberapa jalan tol yang dibangun dengan menggunakan utang pemerintah. Salah satu contoh jalan tol yang dibangun dengan menggunakan utang pemerintah adalah jalan tol akses Tanjung Priok.

Kepala BPJT Herry TZ mengatakan, meskipun utang pemerintah, namun tidak perlu khawatir kan membebani utang negara. Karena pihaknya menyiapkan skema khusus untuk membayarkan utang tersebut tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Ada (pemerintah utang langsung) itu Jalan Tol akses Priok misalnya. Yang berutang ya pemerintah terus dibangun," ujarnya saat dihubungi Okezone.

 Baca Juga: Tol Cipali Dibangun Tanpa Utang? Ini Fakta Sebenarnya

Herry menambahkan, untuk membayar utang tersebut nantinya akan dipotong dengan menggunakan pendapatan jalan tol tersebut. Salah satu contohnya lagi adalah pada proyek jalan tol akses Tanjung Priok.

"Jadi betul-betul project yang dijaminkan. Yang penting projectnya harus baik harus jadi. Sekarang kita serahkan kepada PT Hutama Karya sebagai modal bangun jalan tol Trans Sumatera," jelasnya.

Sementara itu khusus jalan tol Cikopo-Palimanan, Herry menyebut jika pembangunan jalan tol tersebut dikerjakan dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Artinya yang menanggung biaya dengan cara berutang adalah dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) itu sendiri.

"Pemerintah enggak berhutang di sana itu. Yang berutang itu PT Lintas Marga Sedaya," ucapnya.

Herry menjelaskan, dalam pembangunan jalan tol tersebut ada di sumber pembiayaan yang didapatkan BUJT. Pertama adalah pembiayaan berasal dari equity dan yang kedua adalah berasal dari utang.

 Baca Juga: Sandiaga Bilang Bangun Tol Cipali Tanpa Utang, NasDem: Tidak Logis!

Adapun 70% utang tersebut berasal dari kredit sindikasi perbankan. Ada 22 bank yang memberikan pinjaman pada proyek jalan tol tersebut baik itu Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bank swasta nasional hingga bank asing.

Dalam sindikasi itu, BCA sebagai mandated lead arranger and bookrunner (MLAB), agen fasilitas, agen jaminan dan agen penampungan, sarana multi infrastruktur dan Bank Mandiri sebagai lead arranger, Bank Panin sebagai arranger, serta Indonesia Infastructure Finance, Bank BJB, Bank DKI, dan Bank ICBC Indonesia sebagai partisipan.

Di sisi lain ada beberapa bank asing yang ikut memberikan pinjaman. Seperti Bank asal Inggris Standar Chartered, Bank asal Singapura OCBC, Bank Asal Cina ICBC, Bank asal Jepang yakni Sumitomo Mitsui Banking Coorporation (SMBC) dan Bank asal Jerman Deutsche Bank.

"Membangunnya itu uangnya ada yang utang ada yang equity. Utangnya itu 70% , equity 30% jadi yang berhutang LMS. Tapi dibayar dengan pendapatan," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini