nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Spartan Chang Yun Chung, Miliarder Tertua yang Masih ke Kantor

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Sabtu 05 Januari 2019 18:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 05 213 2000339 kisah-spartan-chang-yun-chung-miliarder-tertua-yang-masih-ke-kantor-46DKAe3axB.jpg Miliader Chang Yun Chung (Foto: CNBC.com)

JAKARTA - Pendiri sekaligus pemilik Pacific International Lines (PIL) ternyata adalah pria yang sudah berusia 100 tahun. Di usianya yang seabad, ia masih dinobatkan sebagai miliarder tertua di dunia dengan kekayaan USD1,8 miliar atau setara (Rp26 triliun)

Dilansir dari CNBC, Sabtu (5/1/2019), Chang memiliki rahasia untuk menjadi pengusaha yang sukses, yakni mengelola mental untuk selalu bahagia dan tenang.

“Saya tidak pernah marah. Jika kamu marah, kamu kehilangan kontrol dirimu sendiri,” ujarnya.

Sikap tenangnya ini pun diajarkan kepada putranya, Teo Siong Seng yang pada awal tahun lalu Chang beri jabatan sebagai ketua eksekutif di salah satu dari 20 perusahaan pelayaran top dunia dengan 18.000 karyawan.

“Tetap tenang adalah hal-hal yang saya pelajari dari ayah saya dan sampai saat ini masih terus belajar,” ujar Teo.

Hal ini pun terbukti, ketika tahun 2009, Teo sebagai direktur pelaksana harus mengelola pembajakan salah satu kapal perusahaan oleh perompak di pantai lepas Afrika Timur. Butuh waktu 75 hari untuk akhirnya dapat mengamankan pembebasan awak kapal tersebut.

Meskipun sudah berusia senja, Chang tetap datang ke kantor setiap hari. Baginya, berdiam diri di rumah bukan pilihan. Dengan mengunjungi kantor pusat perusahaannya di Singapura, Chang merasa pikirannya tetap aktif dan terjaga. Apalagi ia tetap memeriksa dan mengontrol semua departemen.

Chang juga memiliki rutinitas lain, yakni mentoring terhadap putranya. Baginya, mentoring menjadi hal vital dalam membangun perusahaan, khususnya dalam mengelola emosi yang berkaitan dengan tekanan yang tinggi.

Adapun ilmu yang selalu diingat oleh putranya yang dalam bahasa China disebut ‘yi de fu ren’, yang berarti ‘Kamu ingin orang untuk mengikutimu bukan karena otoritasmu, kekuasaanmu atau kegalakanmu.

Namun, mereka mengikutimu karena integritas dan kualitas sehingga orang menghargai dan mendengarkanmu’.

Asal tahu saja, perusahaan perkapalan Singapura yang didirikannya 52 tahun silam ini memiliki kerja sama dengan China Merchant Port untuk mengembangkan pasar baru di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika.

Pacific International Lines juga bekerja pada platform rantai pasokan berbasis blockchain untuk melacak pergerakan kargo dari Chongqing ke Singapura, dalam kemitraan dengan PSA International dan IBM Singapura.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini