nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar AS Tekan Rupiah, Pagi Ini ke Rp13.992

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 09:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 08 278 2015162 dolar-as-tekan-rupiah-pagi-ini-ke-rp13-992-6xVQCeyz6E.jpg Foto: Rupiah Melemah (Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin tertekan pada pembukaan perdagangan hari ini. Rupiah mendekati Rp14.000 per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Kamis (8/2/2019) pukul 09:16 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka melemah 20 poin atau 0,14% ke level Rp13.992 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.975 per USD – Rp13.997 per USD.

 

 Baca Juga: Dolar AS Menguat di Tengah Pemangkasan Ekonomi Eropa

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah 10 poin atau 0,07% ke Rp13.980 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.980 per USD – Rp13.980 per USD.

Seperti diberitakan Okezone, Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap euro pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan yang memburuk untuk kawasan zona euro, tetapi melemah terhadap safe-haven yen karena kekhawatiran baru atas ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Komisi Eropa memangkas dengan tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi zona euro tahun ini dan berikutnya, karena pihaknya memperkirakan negara-negara terbesar blok tersebut akan tertahan oleh ketegangan perdagangan global dan tantangan-tantangan domestik.

 Baca Juga: Melemah Lagi, Pagi Ini Rupiah Dekati Rp14.000/USD

Euro 0,11% lebih rendah terhadap greenback, merupakan penurunan sesi keempat berturut-turut. Euro juga turun di awal sesi setelah produksi industri Jerman secara tak terduga jatuh pada Desember.

Ketegangan perdagangan global dan meningkatnya utang publik mempercepat perlambatan di negara-negara terbesar di blok itu, mempersulit rencana Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menaikkan suku bunga tahun ini dan melemahkan mata uang tunggal.

"Laporan ini pada dasarnya hanya menguraikan apa yang sekarang diketahui oleh semua orang, bahwa ada perlambatan yang nyata," kata Alfonso Esparza, analis mata uang senior di OANDA di Toronto

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini