nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penerbitan Surat Utang Diprediksi Rp135,2 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 11:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 20 20 2020459 penerbitan-surat-utang-diprediksi-rp135-2-triliun-9aQPnQcCGv.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memprediksi total penerbitan surat utang sepanjang 2019 akan mencapai Rp135,2 triliun atau naik tipis dibandingkan dengan 2018 mencapai Rp132,42 triliun.

Analis Pefindo Fikri C. Permana mengatakan, penerbitan surat utang pada 2019 akan relatif setara dengan realisasi pada 2018 yang dikuasai oleh sektor multifinance. Pada tahun ini, menurut dia, risiko penerbitan surat utang masih akan dipengaruhi sentimen trade war (perang dagang) dan isu kenaikan Fed Fund Rate sebanyak dua kali bisa menjadi 3%. Ini karena tren dovish masih tinggi. Sementara perlambatan ekonomi di China juga berdampak melemahkan pasar obligasi domestik.

Baca Juga: Obligasi Korporasi Ditaksir Tembus Rp140 Triliun

Kondisi new normal growth perekonomian China diperkirakan akan menurunkan nilai perekonomian global dan mengubah aliran modal dunia. “Jika tahun ini The Fed menaikkan suku bunga, maka yield obligasi di AS (Amerika Serikat) akan terdorong naik. Tentu, yield obligasi di Indonesia juga ikut naik. Namun, inflasi kita yang terjaga sekitar 3-3,5% bisa menjaga stabilitas pasar obligasi,” ujar Fikri kemarin di Jakarta. Sementara tingkat yield surat utang negara (SUN) pada 2019 akan berada di level 8,2% dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di kisaran Rp14.000-Rp15.000.

Memang ada sedikit perlambatan di pasar surat utang, tetapi pada kuartal ketiga tahun ini akan naik lagi, jika stabilitas yield dan rupiah bisa terjaga. “Terkait kondisi politik tahun ini, dunia usaha memang akan melakukan wait and see. Tetapi, kalau penerbitan surat utang tidak ada aksi wait and see. Hal ini disebabkan ada kebutuhan refinancing untuk proses bisnis,” ujarnya. Analis Pefindo Hendro Utomo mengatakan, penerbitan surat utang nasional pada 2018 mencapai Rp132,42 triliun. Penerbitan surat utang 2018 yang di peringkat melalui Pefindo sebesar Rp111,28 triliun.

grafik

Dia menjelaskan, penerbitan surat utang secara nasional yang dilakukan perusahaan pembiayaan pada 2018 mencapai Rp41,82 triliun dari 23 perusahaan. Sementara kedua terbesar datang dari sektor perbankan sebesar Rp34,1 triliun oleh 15 perusahaan. Proyeksi pasar surat utang negara dari Head of Fixed Income MNC Sekuritas I Made Adi Saputra melihat pasar surat utang Indonesia pada 2019 akan lebih baik dibandingkan dengan kondisi pada 2018. Hal tersebut, menurut dia, tidak lepas dari faktor eksternal dari Bank Sentral AS atau The Fed yang terlihat menahan diri untuk melanjutkan kenaikan suku bunganya di tengah ancaman perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Adapun dari faktor domestik, stabilitas nilai tukar rupiah serta kebijakan pemerintah agar defisit transaksi berjalan menjadi turun akan menentukan pergerakan pasar surat utang pada 2019. “Dengan asumsi moderat ke optimistis, diperkirakan pasar surat utang negara akan memberikan total return kepada investor berkisar antara 7,50% hingga 10,33%,” ujar Adi Saputra beberapa waktu lalu.

(Hafid Fuad)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini