nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Utang Semakin Jadi Pembahasan Jelang Pemilu

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 12:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 20 20 2020483 sri-mulyani-utang-semakin-jadi-pembahasan-jelang-pemilu-fgevBk4ynr.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, utang negara terus menjadi sorotan bagi masyarakat. Terlebih, pada tahun politik saat ini, utang semakin menjadi pembahasan yang hangat.

"Kebetulan waktu pemilu ini (utang) sangat tinggi perhatiannya. Itu perhatian yang legitimate (sah) dari masyarakat terhadap APBN," ujarnya dalam acara rakornas pelaksanaan anggaran kementerian/lembaga (K/L) tahun 2019 di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Menurutnya, hal yang wajar masyarakat menaruh perhatian terhadap pengelolaan utang, sebab APBN merupakan uang bersama. Oleh sebab itu, dirinya meminta untuk setiap K/L dapat mengelola anggarannya secara berkualitas, sehingga dapat tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah.

Baca Juga: Kenaikan Utang Luar Negeri Diprediksi Berlanjut

Kemenkeu, lanjutnya, dalam mendukung pengawasan, akurasi, dan efisiensi anggaran negara melakukan modernisasi melalui Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara (SPAN). Saat ini Kemenkeu meluncurkan aplikasi "SAKTI" atau Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi untuk mendukung implementasi SPAN.

SAKTI memang masih ada di lingkungan Kementerian Keuangan, namun akan segera diluncurkan untuk K/L lainnya.

"Ini powerful untuk membantu K/L dalam mmerencanakan, mengelola, dan melaksanakan anggaran. Tujuannya kita makin efisien dan efektif dan akurat melaksanakan anggaran," kata dia.

Menurutnya, nantinya SAKTI memungkinkan masyarakat untuk mengetahui anggaran negara serta pelaksanaannya. "Ini agar masyarakat tahu untuk apa saja bayar pajak dan kenapa berutang, buat apa saja utangnya, apakah menghasilkan," ujarnya.

sri mulyani

Berdasarkan data Kemenkeu, posisi utang pemerintah hingga akhir Desember 2018 sebesar Rp4.418,30 triliun. Angka ini setara 29,98% dari Produk Domestik Bruto (PDB), namun masih di dalam batas yang ditetapkan 60% dari PDB.

Bila dibandingkan dengan posisi di tahun lalu, realisasi tersebut mengalami kenaikan. Pada Desember 2017 utang pemerintah tercatat sebanyak Rp3.995,25 triliun.

Secara rinci, posisi utang hingga akhir tahun lalu itu berasal dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp6,57 triliun dan dari luar negeri sebesar Rp805,62 triliun. Kemudian dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp3.612,69 triliun.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini