Data BPS Sering Disalahgunakan Jelang Pilpres 2019

Rabu 20 Februari 2019 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 20 320 2020440 data-bps-sering-disalahgunakan-jelang-pilpres-2019-nhXoXTfuwh.jpg Foto: Okezone

PALEMBANG - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan data yang dipublikasikan pihaknya setiap bulan sering dijadikan polemik dalam masyarakat menjelang Pemilu pada 17 April 2019.

"Data BPS ada satu pihak yang menggunakannya untuk hal negatif dan pihak lainnya hal positif. Kondisi tersebut bisa menjadi polemik di tahun politik ini," kata Suhariyanto ketika membuka rapat teknis nasional pimpinan BPS persiapan Sensus Penduduk 2020, dikutip dari Antaranews, di Palembang, Rabu (20/2/2019).

Dia menjelaskan, pada 2019 merupakan tahun sangat penting bagi perjalanan bangsa Indonesia karena ada pemilihan anggota legislatif maupun Presiden dan Wapres.

Baca Juga: Kepala BPS Akui Ada Perbedaan Data di Pusat dan Daerah

Menghadapi tahun politik ini suhu politik meningkat, kondisi tersebut memberi dampak kepada BPS sehingga mendorong pihaknya perlu mengambil langkah-langkah untuk mencegah berkembangnya polemik di tengah-tengah masyarakat yang bisa mengganggu pesta demokrasi rakyat itu.

"Setiap awal bulan BPS mempubliskasikan data yang menjadi pekerjaan utama pemerintah kepada masyarakat secara luas," ujarnya.

Selama ini, pihaknya dapat menghadapi polemik dari data BPS dengan baik melalui komunikasi intensif dengan media massa serta semua pihak.

Baca Juga: Revolusi Industri 4.0, BPS Siapkan Satu Data

Badan yang bertugas menyediakan dan mengolah data berupaya menjaga integritas dan profesionalitas, sehingga bisa meyakinkan masyarakat bahwa data yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan.

"Semua data yang diolah BPS secara rutin setiap bulan dipublikasikan secara terbuka melalui media massa sehingga bisa digunakan pemerintah dan masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan serta kebijakan," kata Suhariyanto.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini