nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Naik Imbas Pengurangan Produksi OPEC

Jum'at 08 Maret 2019 08:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 08 320 2027254 harga-minyak-naik-imbas-pengurangan-produksi-opec-kC0KmxgDfr.jpg Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), didukung oleh pengurangan pasokan yang dipimpin OPEC serta sanksi-sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap eksportir Venezuela dan Iran, tetapi kenaikannya dibatasi oleh jatuhnya pasar saham dan kekhawatiran baru atas pertumbuhan permintaan.

Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik USD0,44 menjadi menetap pada USD56,66 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei naik USD0,31 menjadi ditutup pada USD66,30 per barel di London ICE Futures Exchange, dikutip dari Antaranews, Jumat (8/3/2019).

Baca Juga: Pasokan AS Meroket, Harga Minyak Dunia Bervariasi

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya seperti Rusia, tahun ini bertujuan untuk memangkas produksi dan memperketat pasar minyak, yang telah mendukung harga. Sanksi-sanksi Amerika Serikat terhadap industri minyak anggota OPEC Iran dan Venezuela juga berdampak pada masa depan, kata para pedagang.

Perusahaan minyak milik negara Venezuela PDVSA minggu ini mengumumkan keadaan darurat maritim, dengan alasan kesulitan mengakses tanker-tanker dan personel untuk mengekspor minyaknya karena sanksi-sanksi.

Kelanjutan disiplin produksi Arab Saudi dan kesulitan Venezuela di bawah sanksi-sanksi Amerika Serikat menyebabkan produksi minyak mentah OPEC turun menjadi 30,80 juta barel per hari (bph) pada Februari, menurut survei S&P Global Platts yang dirilis Kamis (7/3).

Kilang Minyak

Ketika Amerika Serikat menerapkan kembali sanksi terhadap Iran pada November, Washington memberikan keringanan kepada delapan pembeli minyak Iran. Keringanan yang memungkinkan mereka untuk membeli minyak mentah dalam jumlah terbatas selama 180 hari.

Washington telah menekan pemerintah-pemerintah ini untuk secara bertahap mengurangi impor minyak mereka dari Iran menjadi nol, tetapi para importir tetap dalam pembicaraan mengenai kemungkinan perpanjangan.

India ingin terus membeli minyak Iran pada level saat ini sekitar 300.000 barel per hari (bph), ketika pihaknya melakukan negosiasinya dengan Washington tentang perpanjangan keringanan sanksi-sanksi melampaui awal Mei, dua sumber di India yang mengetahui tentang masalah tersebut mengatakan.

Selanjutnya, minyak tetap dalam pasokan berlimpah berkat lonjakan produksi AS. Produksi minyak mentah AS berada pada rekor 12,1 juta barel per hari minggu lalu.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini