nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonomi Tumbuh 5,17%, Presiden Jokowi: Kita Nomor 3 di bawah India dan China

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 14:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 12 320 2028890 ekonomi-tumbuh-5-17-presiden-jokowi-kita-nomor-3-di-bawah-india-dan-china-Omn9hvQPY1.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, meskipun dalam 4 (empat) tahun ini ekonomi global sedang dalam posisi yang tidak baik, ekonomi turun, pasar-pasar untuk komoditas juga turun. Namun, kata Jokowi, Indonesia wajib bersyukur, karena pada 2018 ekonomi RI masih tumbuh di angka 5,17%.

“Banyak negara yang tidak bisa mempertahankan pertumbuhan ekonominya sehingga terjun ke bawah 1-2%,” kata Presiden Jokowi dilansir dari Laman Setkab, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga: OECD Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global 2019 Jadi 3,3%

Kalau dibandingkan dengan negara-negara Group 20 (G20), menurut Presiden, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih nomor tiga di bawah India dan China. “Ini patut kita syukuri,” ujarnya.

Selain itu, Presiden Jokowi menjelaskan, kalau dibandingkan pada 2014 yang berada di angka 8,3% lebih, inflasi kita turun pada angka 3,3%, 3,02%, 3,61%, kemudian di 2018 di angka 3,13%.

“Artinya. pengendalian harga itu bisa dilakukan,” tegas Presiden.

Jokowi

Karena itu, kalau ada yang menyampaikan harga-harga naik, kalau satu-dua barang, menurut Presiden, itu biasa. Tapi secara rata-rata, ia mengingatkan teori ekonomi, yang namanya inflasi itu ya pengendalian harga.

Acara pada Peresmian & Penyerahan Penghargaan Pasar Rakyat Indonesia, serta Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan itu, dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyerahkan penghargaan kepada 14 pasar dengan kategori pasar revitalisasi terbaik, pasar ramah lingkungan, pasar ramah orang berkebutuhan khusus, dan pengelola pasar terbaik.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini