nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenhub Tawarkan Investasi 8 Proyek Kereta Api, Ini Daftarnya

Rabu 20 Maret 2019 20:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 20 320 2032785 kemenhub-tawarkan-investasi-8-proyek-kereta-api-ini-daftarnya-Q9QVKhGRL9.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menawarkan investasi sebanyak delapan proyek kereta api kepada BUMN atau swasta dalam dan luar negeri.

Kepala Subdirektorat Lalu Lintas Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Yudi Karyanto mengatakan, investasi itu dibutuhkan untuk mengurangi beban APBN mengingat porsinya kini hanya 36% dibandingkan swasta 64%.

"Semua investor boleh, karena undang-undang kita memperbolehkan untuk itu, dengan skema konsesi, termasuk asing. Rute Makassar-Parepare itu kan asing, tapi harus punya kerja sama dengan lokal," katanya dalam Indonesia Railway Conference seperti dikutip Antaranews, di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

 Baca Juga: Kereta Api Makassar-Parepare Akan Beroperasi Akhir 2020

Delapan proyek tersebut adalah peningkatan kapasitas KA untuk batubara lintas Lahat-Tarahan, KA perkotaan Makassar-Marros-Sungguminasa-Takalar (Maminasata), KA perkotaan Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang), dan pengembangan jaringan KA Tanjung-Banjarmasin.

Lalu, pengembangan KA Bandara Kertajati, KA perkotaan Bandung City Tailroad, LRT Cibubur-Bogor, dan peningkatan kapasitas Cibungur-Tanjungrasa Line Shortcut.

Yudi mencontohkan kebutuhan pembiayaan LRT Cibubur-Bogor mencapai Rp5,17 triliun, Lahat-Tarahan Rp107 triliun, Tanjung-Banjarmasin Rp16 triliun, Maminasata Rp12 triliun, dan LRT Mebidang USD1,5 miliar.

"Untuk itu, kami mengundang investor yang mempunyai big money untuk investasi skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau kerja sama pemerintah dan swasta (KPS)," katanya.

 Baca Juga: Usaha Patungan PTPP Garap Proyek Kereta Makassar-Parepare

Dia berharap proyek-proyek KA itu akan meningkatkan kapasitas sekaligus perpindahan pengangkutan baik penumpang maupun barang ke moda kereta api mengingat saat ini porsi pengangkutan penumpang dengan KA baru 7% dan barang hanya 0,63%.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini