nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Merosot Imbas Persediaan AS Melonjak

Kamis 28 Maret 2019 07:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 28 320 2035947 harga-minyak-merosot-imbas-persediaan-as-melonjak-LAUZy8cQSg.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

NEW YORK - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah data pemerintah menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah Amerika Serikat pekan lalu meningkat lebih besar dari yang diperkirakan karena tumpahan bahan kimia di Texas menghambat ekspor.

Patokan internasional minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei, ditutup pada USD67,83 per barel, turun 14 sen AS atau 0,2% Sementara minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 53 sen AS atau 0,9% menjadi menetap di USD59,41 per barel. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Persediaan minyak mentah AS naik pekan lalu sebesar 2,8 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi para analis untuk penurunan 1,2 juta barel, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan. Ekspor minyak mentah turun 506.000 barel per hari, kata EIA.

"Laporan pasar sedikit bearish," kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago. "Alasan pasar tidak menganggapnya lebih bearish adalah karena banyak penumpukan di Gulf Coast, dan kita tahu Gulf Coast telah memiliki masalah dengan Houston Ship Channel."

 Baca Juga: Harga Minyak Naik 2% Dekati USD70/Barel

Kebakaran tangki petrokimia dan tumpahan bahan kimia pekan lalu di sepanjang Houston Ship Channel menghambat pengiriman minyak mentah selama beberapa hari, mendorong pejabat Texas pada Selasa (26/3) untuk menuntut pemilik fasilitas penyimpanan.

“Ada kapal-kapal yang berbaris di kanal untuk keluar dan kapal-kapal berbaris untuk masuk ke kanal,” kata Donald Morton, yang menjalankan meja perdagangan energi di perusahaan bank investasi H.J. Sims & Co. “Ini akan bekerja dengan sendirinya. Yang terburuk ada di belakang kita sekarang."

Gangguan terhadap ekspor Venezuela membantu membatasi penurunan harga minyak.

Selain sanksi-sanksi AS pada Januari yang melarang penyuling-penyuling AS membeli minyak Venezuela, pelabuhan ekspor minyak utama anggota OPEC Jose dan empat kilang peningkatan (upgrader) minyak mentahnya juga tidak dapat melanjutkan operasi setelah pemadaman listrik selama tiga hari yang meluas. Pemadaman adalah yang kedua dalam sebulan.

 Baca Juga: Harga Emas Kini Lebih Kuat dari Dolar AS

Harga minyak telah rebound sekitar 30% dari posisi terendah 2018, didukung oleh pembatasan pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen utama lainnya, bersama dengan sanksi-sanksi AS atas ekspor dari Venezuela dan Iran.

Produksi minyak dari Rusia, sekutu non-anggota OPEC terbesar, rata-rata 11,3 juta barel per hari sejauh ini pada Maret, kata sumber, dibandingkan dengan 11,34 juta barel setiap hari pada bulan sebelumnya.

Menteri energi Rusia, Alexander Novak, mengatakan pada awal Maret bahwa negara itu berencana untuk mempercepat pengurangan produksi minyak.

Para hedge fund dan manajer uang lainnya telah meningkatkan taruhan bahwa permintaan untuk minyak akan bertahan, sekalipun pasar menguat pada minggu lalu.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini