nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Terancam Resesi, The Fed Diminta Turunkan Suku Bunga

Sabtu 30 Maret 2019 18:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 30 213 2037049 as-terancam-resesi-the-fed-diminta-turunkan-suku-bunga-7gKw6UG3Kn.jpg Bank Sentral AS The Fed (Foto: Reuters)

JAKARTA - Ekonomi Amerika Serikat (AS) di ambang resesi. Pemerintahan Donald Trump meminta agar bank sentral The Federal Reserve (Fed) segera melonggarkan kebijakan moneternya.

Penasihat utama ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow ingin The Fed sesegera mungkin memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin (bps).

"Saya menggemakan pandangan Presiden. Dia tidak malu untuk mengungkapkan pandangannya. Dia juga ingin The Fed berhenti mengurangi neraca keuangannya, dan saya setuju dengan pandangan itu,” ujarnya mengutip Inews dari halaman CNBC, Sabtu (30/3/2019).

Kendati demikian, Kudlow menolak menyebut perekonomian AS akan melambat. Dia menyebut, ekonomi Negeri Paman Sam cukup sehat meski dia menyebut agar semua pengambil kebijakan menghindari risiko atau ancaman.

"Sekarang hampir tidak ada inflasi, jadi saya pikir tindakan Fed (yang menaikkan) mungkin berlebihan," ujar dia.

Pernyataan Kudlow itu menanggapi keputusan bank sentral AS yang menahan suku bunga acuan. Fed juga memberikan sinyal tidak akan menaikkan suku bunga hingga akhir tahun ini setelah menaikkan secara agresif sebanyak empat kali pada tahun lalu.

Kendati demikian, Ketua Fed, Jerome Powell sejauh ini belum berencana memangkas suku bunga. Trump beberapa kali mengkritik langkah The Fed karena membuat biaya pinjaman menjadi mahal dan pernyataan Kudlow menjadi yang pertama kalinya diungkapkan secara eksplisit.

Meski ada pertentangan antara Trump dan Powell, Kudlow kembali memastikan Presiden tidak memiliki rencana untuk menggeser Powell dari jabatannya. Dia juga membantah pemerintah ingin mengintervensi Fed, termasuk pernyataan Presiden yang berkali-kali mengeluhkan kebijakan bank sentral.

"Kita semua tahu Fed independen. Presiden tidak bisa mendikte arah kebijakan Fed," ucap dia.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini