nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: ASEAN Terus Berbenah

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Minggu 07 April 2019 15:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 07 213 2040149 sri-mulyani-asean-terus-berbenah-TCiguoeAC8.jpeg Foto: Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN (Dok. Instagram Menkeu Sri Mulyani)

JAKARTA – Pertemuan Menteri Keuangan (Menkeu) dengan Gubernur Bank Sentral ASEAN pada hari kedua menekankan pentingnya ASEAN membangun infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) dan memperkuat sektor keuangan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing dan integrasi ekonomi keuangan digital kawasan ASEAN.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, hal tersebut berguna untuk menghilangkan hambatan perdagangan dan invetasi serta perlunya kerjasama yang makin erat untuk membangun kawasan ASEAN sebagai kawasan ekonomi yang tumbuh tinggi secara merata dan inklusif.

“ASEAN adalah kawasan yang memiliki kinerja ekonomi yang sangat baik. Potensi kemajuan masih sangat besar. Semua negara anggota ASEAN terus berbenah dari kebijakan ekonomi makro yang hati-hati, membangun infrastruktur untuk meningkatkan efisiensi dan konektivitas, meningkatkan kualitas dan skill sumber daya manusia, dan membangun sektor keuangan yang dalam dan stabil,” kata Sri Mulyani, dikutip dari instagramnya, Jakarta, Minggu (7/4/2019).

Dia menambahkan, Presiden Jokowi juga telah membangun pondasi yang penting bagi kesiapan Indonesia untuk maju bersama ASEAN. “Mari kita terus menjaga kemajuan ekonomi kuat dan memperkuat pondasi daya saing dan produktivitas negara kita,” tuturnya.

Selain itu, pada pertemuan tersebut juga ada lima pembahasan, yakni kerjasama pembiayaan infrastruktur, masalah asuransi, pembiayaan untuk resiko bencana alam, perpajakan dan kepabeanan, serta kerjasama di bidang isue pencucian uang dan pemberantasan pembiayaan untuk terorisme.

Pertemuan gabungan antara Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN membahas integrasi ekonomi dan keuangan digital ASEAN, peta jalan inovasi, kerangka pengembangan sumber daya manusia terlatih.

Dalam kesempatan yang sama, Deputy Managing Director IMF Furusawa mempresentasikan mengenai Economic outlook membahas dampak perang dagang Amerika Serikat dan RRT, Brexit dan proyeksi kondisi ekonomi dunia yang mengalami perlemahan secara meluas.

Kemudian dilanjut dengan AMRO yang juga mempresentasikan mengenai pertumbuhan ekonomi ASEAN yang tetap stabil di 5,1% namun kemungkinan memburuknya perang dagang akan menurunkan proyeksi hingga 4,8%. Pertemuan bersama EU-ASEAN Business Council dan US-ASEAN Business Council membahas integrasi ekonomi keuangan ASEAN, ekonomi digital, cyber security. (yau)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini