nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PLTD Senayan 100 Mw Ditargetkan Rampung September 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 12 April 2019 19:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 12 320 2042668 pltd-senayan-100-mw-ditargetkan-rampung-september-2019-dC4cE1br7T.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Senayan dengan kapasitas 100 megawatt (mw) ditargetkan rampung pada September 2019.

"Dengan total nilai proyek hampir mencapai Rp1 triliun, proyek ini diharapkan selesai pada September 2019," kata Komisaris Utama PT PP (Persero) Tbk Bapak Andi Gani Nena Wea dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

PT PP (Persero) Tbk sendiri merupakan kontraktor yang terpilih dengan konsorsium lainnya Wartsila Oy dari Finlandia.

 Baca Juga: PLTD Senayan Bakal 'Setrum' MRT 100 Mw

Sekadar informasi, banyak masyarakat Ibu Kota yang tidak tahu bahwa di daerah Senayan terdapat lokasi bersejarah berupa PLTD yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno di tahun 1960 untuk kepentingan Asian Games ke-4

Mesin yang digunakan pada waktu itu berasal dari Rusia dengan kapasitas 16 me, sayangnya setelah lebih dari 40 tahun beroperasi efisiensinya sudah menurun jauh dan hanya tersisa 6 mw saja.

Dengan mempertimbangkan kebutuhan listrik di Jakarta yang semakin meningkat khususnya dengan beroprasinya MRT di Jakarta, pada tahun 2017 PT PLN (Persero) melalui anak perusahaannya PT Indonesia Power membangun kembali PLTD Senayan dengan kapasitas 100 mw dengan tujuan utamanya antara lain sebagai backup daya Sistem MRT pada saat terjadi listrik padam, penyedia daya blackstart PLTU Muara Karang & Tanjung Priok, dan sebagai backup daya objek vital di Senayan, seperti Gedung MPR, GBK dan SCBD.

 Baca Juga: Elektrifikasi Capai 98,3%, Begini Cara PLN Cegah Pemadaman Listrik

Andi menyampaikan apresiasi kepada tim proyek atas kinerja yang sangat baik, di antaranya terkait K3L dan inovasi-inovasi yang dilakukan sehingga menjadi referensi Kementrian PUPR saat Sertifikasi Ahli Madya K3 Konstruksi seluruh BUMN Karya dan PT PLN.

Dia berpesan agar terus melakukan hal yang sama hingga proyek ini selesai. Tantangan berat Proyek ini ada pada mesin dari Wartsila Finlandia dengan total berat mencapai 320 Ton dan tinggi 7,20 meter yang dikirim dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju area site Senayan.

Sedangkan di Jakarta sendiri tidak ada Jembatan atau Flyover yang mampu menahan beban sebesar itu dan akan menemui hambatan lainnya karena mesin lebih tinggi dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) maupun Underpass.

"Solusinya yang dilakukan tim proyek PLTD Senayan ialah dengan melakukan Dismantle pada Engine menjadi 5 bagian terpisah dan kemudian dilakukan re-assembly di site Senayan," katanya.

Tantangan lain pembangkit listrik di tengah kota ialah terkait isu environmental dan berhasil diatasi melalui Green Environmental Technology dengan memasang spring damper untuk mengurangi getaran, dan dinding sandwich panel 3 lapisan untuk membuat engine hall kedap suara, seperti yang sudah dilakukan pada proyek pembangkit listrik lainnya yang pernah dikerjakan oleh PTPP dan Wartsila Oy yakni PLTD Pesanggaran, Bali.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini