nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indeks Pembangunan Manusia di Papua Naik

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 15 April 2019 15:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 15 320 2043738 indeks-pembangunan-manusia-di-papua-naik-43Wj5ga1D0.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan, adanya peningkatan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia di tahun 2018. Di mana IPM tercatat mencapai 71,39, angka ini meningkat 0,58 poin atau tumbuh sebesar 0,82% dibandingkan tahun 2017.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, pembangunan manusia ini diukur dengan memperhatikan tiga aspek esensial yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup yang layak. IPM digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan dalam jangka panjang, oleh sebab itu aspek yang perlu diperhatikan yakni kecepatan dan status pencapaiannya.

Baca Juga: Data BPS Sering Disalahgunakan Jelang Pilpres 2019

"Untuk IPM kita menggunakan standar UNDP (United Nations for Development Program). Dimana kalau IPM di bawah 60 dianggap rendah, 60-70 tingkat pertumbuhan sedang. Tingkat pertumbuhan tinggi 71-80. Berarti saat ini IPM Indonesia berasa pada posisi yang tinggi," jelasnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Pria yang akrab disapa Kecuk ini menyatakan, kemajuan pembangunan manusia tersebut terasa di seluruh provinsi di Indonesia. Di mana IPM tertinggi ada pada DKI Jakarta yakni sebesar 80,47 dan terendah di Papua yakni 60,06.

Meski menjadi yang terendah, menariknya Papua menjadi provinsi yang mengalami pertumbuhan IPM tertinggi yakni tumbuh 1,64% dari tahun sebelumnya. Hal ini juga yang membuat statusnya meningkat dari sebelumnya provinsi dengan IPM rendah menjadi sedang.

grafik

"Pada tahun 2018 ini, Papua IPM sudah masuk kategori sedang. Hampir seluruh provinsi masuk kategori sedang, tinggi, hanya DKI yang masuk sangat tinggi," jelas dia.

Adapun dengan melihat komponennya, umur harapan hidup saat bayi lahir mengalami peningkatan menjadi 71,20 tahun dari tahun sebelumnya 71,06. Lalu anak-anak berusia 7 tahun memiliki harapan pendidikan selama 12,91 tahun atau mencapai Diploma I.

Kemudian penduduk berusia 25 tahun ke atas juga meningkat, secara rata-rata menempuh pendidikan selama 8,17 tahun atau hingga kelas 9 SMP. "Pengeluaran per kapita juga tumbuh 3,70%, menjadi Rp11,6 juta per tahunnya," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini