nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Profesi yang Dapat Keringanan Puasa Ramadan, Siapa Saja?

Sabtu 11 Mei 2019 07:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 10 320 2053959 4-profesi-yang-dapat-keringanan-puasa-ramadan-siapa-saja-9RqMNaelzS.jpg Foto: Okezone

3. Pandai Besi

Pandai besi yang membuat berbagai alat pertukangan dan perkakas lainnya dengan cara tradisional juga termasuk pekerja berat. Sat bekerja, pandai besi harus berkutat dengan panas dan mengangkat benda berat. Mulai dari melebur besi, membakar dan membentuk besi dengan palu, mengikir dengan gerinda, hingga penyepuhan, penghalusan dan pemasangan pegangan pada alat.

Jadi, bila seorang pandai besi merasa kesulitan melakukan pekerjaan dalam keadaan berpuasa hingga lemas dan kehilangan tenaga, maka boleh membatalkan puasa di siang hari. Namun, jika puasa hanya menyebabkan sedikit pusing dan sakit ringan, maka tidak harus membatalkan puasa.

 

4. Atlet Profesional

Atlet profesional boleh tidak berpuasa Ramadan jika hal itu bisa merusak performanya saat di lapangan. Namun, jika berpuasa hanya dirasa memberatkan, mengurangi stamina, dan tidak terlalu berpengaruh pada tim, maka atlet sebaiknya tetap berpuasa.

Sekali lagi, keringanan ini hanya berlaku untuk atlet profesional yang terikat pada tim, sehingga harus menunjukkan performa yang prima. Selain itu, atlet tersebut juga menghibahkan segenap waktunya untuk profesinya. Jadi, hukum ini tidak berlaku bagi masyarakat biasa yang melakukan olahraga karena hobi.

Selain empat jenis pekerjaan di atas, ada beberapa sumber yang menyebutkan pekerja berat lain yang boleh membatalkan puasa jika tidak mampu. Contohnya seperti kuli angkut pelabuhan, petani tambak garam, buruh pembuat roti, buruh tambang, dan pekerja kasar lainnya.

Para pekerja berat tersebut adalah orang-orang yang harus melakukan pekerjaannya di bawah terik sinar matahari, berhubungan dengan mesin panas dan mengangkat benda berat. Puasa hukumnya wajib, tetapi mencari nafkah pun tak kalah penting.

Tetapi harus diingat bahwa hukum wajib tetap berlaku bagi pekerja-pekerja tersebut. Sehingga sebaiknya orang dengan profesi tersebut sebaiknya tetap berusaha shaum semampunya. Jika memang kondisi tidak memungkinkan dan terpaksa harus membatalkan shaum, maka mereka tetap wajib menggantinya di hari lain.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini