nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Bersih Kresna Insurance Amblas 42,02% Jadi Rp27,74 Miliar

Rabu 15 Mei 2019 12:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 15 278 2055959 laba-bersih-kresna-insurance-amblas-42-02-jadi-rp27-74-miliar-Eaiu6o2JSf.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Pencapaian kinerja keuangan PT Asuransi Kresna Mitra Tbk (ASMI) atau Kresna Insurance di kuartal pertama 2019 belum sesuai harapan. Tengok saja, perseroan mencatatkan penurunan laba bersih 42,02% secara tahunan atau year on year dari Rp47,86 miliar menjadi Rp27,74 miliar.

Menurut Direktur Utama Kresna Insurance, Pepe Arinata, penurunan laba bersih ini terjadi karena turunnya hasil investasi. Padahal pendapatan premi dan hasil underwriting tumbuh tiga digit.“Hal ini terjadi karena penurunan dari hasil investasi seiring pasar saham yang lagi naik turun. Penempatan di saham kurang dari 40% dari total aset investasi. Kewajiban kami adalah bagaimana premi kami tumbuh dan bisa bayar klaim,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Rabu (15/5/2019).

Baca Juga: Asuransi Kresna Bidik Pendapatan Premi Rp500 Miliar

Adapun hasil investasi Kresna Insurance pada kuartal pertama 2019 sebesar 22,48 miliar. Nilai ini turun 139,55% yoy dari Maret 2018 sebesar Rp53,85 miliar. Kata Pepe, bila dilihat lebih jauh hasil underwriting perusahaan tumbuh 111,32% yoy dari Rp10,6 miliar menjadi Rp22,4 miliar hingga Maret 2019. Pepe menyebut hasil ini menunjukkan bahwa upaya dalam membenahi bisnis perusahaan mulai membuahkan hasil.

Sebaliknya, pendapatan premi perseroan di kuartal pertama tahun ini sebesar Rp304,8 miliar atau tumbuh 372,56% yoy dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp64,5 miliar.”Peningkatan premi terjadi karena ada konsumen dari korporasi yang masuk, ini sudah kita kejar sejak 2016 lalu, dan baru dapat di kuartal 1-2019. Adapun target premi hingga akhir 2019 sebesar 20% hingga 25%," jelas Pepe.

Hingga saat ini, Pepe mengaku lini asuransi kebakaran sebesar 70% sampai 80% sisanya ada lini kendaraan bermotor. Adapun yang menjadi nasabah dari lini asuransi kebakaran adalah nasabah korporasi sedangkan kendaraan bermotor dari ritel. Selanjutnya, di sisi klaim neto pada kuartal pertama 2019 tercatat sebesar Rp17,7 miliar. Nilai ini tumbuh 13,46% yoy dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp15,6 miliar. Adapun RBC Kresna Insurance sebesar 386,05%.

ihsg

Sebagai informasi, Kresna Insurance menargetkan pertumbuhan premi bruto sebesar 12-13% menjadi sekitar Rp367 miliar - Rp377 miliar dibandingkan proyeksi akhir tahun 2018 berkisar Rp328 miliar- Rp334 miliar. Direktur Marketing PT Asuransi Kresna Mitra Tbk, Jemmy Atmaja pernah bilang, secara industri pertumbuhan asuransi umum 2019 diprediksi 10-11% dan Kresna menargetkan tumbuh 2 digit, sedikit lebih tinggi dari industri sekitar 12-13%.

Kemudian untuk mencapai target tersebut, lanjutnya, perseroan tetap mengandalkan penjualan melalui broker/pialang, leasing (multifinance), agen, perbankan dan direct business. "Ke depan direct business akan ditingkatkan kontribusinya menjadi 20% dari saat ini 12%. Direct business perannya semakin kecil karena ada agen dan pialang," kata dia.

Perseroan juga tengah mengembangkan distribusi channel lewat ecommerce. Dimana dalam pipeline ada 15 kerja sama dan produk yang dijual melalui digital.

(kmj)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini