nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Fakta Penurunan Tiket Pesawat

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Minggu 19 Mei 2019 08:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 18 320 2057395 sederet-fakta-penurunan-tiket-pesawat-v8Y7a3sNEb.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Pemerintah mengambil langkah menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat sebesar 12% hingga 16% setelah melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survey, dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo, Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Tbk Sahala Lumban Gaol, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pada 13 Mei 2019 lalu.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan harga tiket pesawat yang mahal sejak awal tahun 2019. Bahkan mahalnya tiket pesawat tercatat sebagai penyumbang inflasi disetiap bulannya, pada April lalu andil tiket pesawat pada inflasi nasional sebesar 0,03%. Padahal melihat tren sebelumnya tiket pesawat seharusnya sudah tak menyumbang inflasi lagi setelah melewati masa libur akhir tahun.

Berikut fakta-fakta terkait harga tiket pesawat yang dirangkum Okezone:

1. Penurunan TBA Tiket Pesawat Tertuang dalam Keputusan Menhub No 106 Tahun 2019

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada 15 Mei 2019 telah menandatangani Keputusan Menhub (KM) No. 106 Tahun 2019 menggantikan KM No. 72 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Dengan demikian, maskapai diminta untuk melakukan penyesuaian harga tiket pesawat dengan penurunan TBA berkisar 12% sampai 16%.

Baca Juga: Tidak Turunkan Harga Tiket Pesawat, Maskapai Bakal Kena Peringatan

Budi Karya menilai, kebijakan tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan evaluasi terhadap tarif pesawat yang dirasa oleh masyarakat terlalu tinggi, walaupun sebenarnya tarif yang dikenakan tidak melanggar TBA yang telah ditetapkan Kemenhub.

“Setelah kami lakukan evaluasi dan persuasi ternyata belum juga terjadi suatu harga yang terjangkau bagi masyarakat. Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat, komplain dari sektor pariwisata, perhotelan dan juga terjadinya inflasi,” ungkapnya.

2. Penyesuaian TBA Hanya Untuk Pesawat Kelas Ekonomi

Budi Karya juga menegaskan, penyesuaian TBA tiket pesawat sebesar 12% sampai 16% hanya berlaku bagi pesawat kelas ekonomi jenis jet. Menurutnya, penurunan TBA telah memperhitungkan aspek keselamatan penerbangan.

“Kita tetapkan penyesuaian tarif batas atas dengan penurunan antara 12% sampai 16%. Kalau dihitung rata-ratanya adalah 15%. Tetapi ini hanya berlaku bagi pesawat kelas ekonomi jenis jet, tidak termasuk jenis propeller,” katanya.

3. Penurunan TBA Berlaku Efektif Sejak Sabtu, 18 Mei 2019

Budi Karya juga menyatakan, penyesuaian TBA tiket pesawat akan mulai berlaku efektif pada Sabtu, 18 Mei 2019. Atau dua hari setelah KM No. 106 Tahun 2019 diumumkan pada 16 Mei 2019 lalu. “Maskapai harus mengikuti regulasi tersebut,” kata Budi Karya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Polana Pramesti mengatakan, dengan ditetapkannya beleid itu maka pihak maskapai diminta untuk melakukan penyesuaian harga tiket pesawat dengan penurunan TBA berkisar 12% sampai 16%.

"Dapat disampaikan pemberlakukan KM 106 Tahun 2019 tentang TBA penumpang layanan kelas ekonomi badan usaha angkutan niaga berjadwal harus segera melakukan penyesuaian paling lambat 2 hari setelah ditetapkan," ujarnya.

4. Penurunan TBA Sudah Pertimbangkan Aspek Keselamatan dan Keamanan

Polana Pramesti menyatakan, penurunan TBA sebanyak 12% hingga 16% sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan. Menurutnya, faktor On Time Performance (OTP) yang semakin baik dari maskapai juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam mengambil keputusan untuk melakukan penyesuaian TBA pesawat.

OTP yang baik dari maskapai, memberikan kontribusi terhadap efisiensi pengoperasian pesawat udara yaitu, efisiensi bahan bakar dan juga efisiensi jam operasi pesawat udara. Tercatat, terjadi Peningkatan OTP terjadi pada Januari sampai dengan Maret 2019 rata-rata 86,29% dari 78,88% pada periode yang sama tahun 2018.

Lebih lanjut, Polana mengharapkan agar masyarakat juga memahami bahwa harga tiket pesawat bersifat fluktuatif karena dipengaruhi oleh banyak faktor yang sangat dipengaruhi oleh Kurs mata uang.

Baca Juga: Pemerintah Ultimatum Maskapai Segera Turunkan Harga Tiket Pesawat

“Diharapkan agar masyarakat dapat memahami, karena harga tiket bersifat fluktuatif. Terkait Penentuan dasar tarif tidak hanya dipengaruhi oleh single factor, tapi multi factor diantaranya biaya operasional penerbangan, jasa kebandarudaraan (PSC), jasa pelayanan navigasi penerbangan, pajak, asuransi dan lain-lain. Beberapa komponen ini sangat dipengaruhi oleh kurs dollar terhadap Rupiah,” ungkapnya.

5. Maskapai Bakal Kena Peringatan Jika Tak Mengikuti Regulasi Baru

Polana Pramesti juga menyatakan, KM No. 106 Tahun 2019 akan dilakukan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan atau setiap ada perubahan signifikan terhadap komponen nilai tukar, avtur, dan komponen lainnya. Sehingga dapat dilakukan kembali penyesuaian terhadap TBA tersebut.

"Jadi, apabila ketentuan ini tidak dipatuhi akan diberlakukan peringatan. Kami ada ketentuan PM 78 Tahun 2016 tentang sanksi administrasi, nanti ada hirarkinya, mekanismenya, dan peringatan kemudian pembekuan pencabutan dan denda administrasi," tutur dia.

Dia menjelaskan pihaknya sudah melakukan konsultrasi dengan Indonesia Air Carriers Association (INACA), Ombudsman YLKI, KPPU dan lainnya, terkait revisi beleid tersebut. "Perlu dipahami harga tiket TBA ditambah PPN kemudian ditambah iuran wajib jasa raharja dan tuslah, apabila ada tuslah," kata dia.

6. Harga Tiket Pesawat Terbaru Dalam Lampiran KM No.106 Tahun 2019

Dalam lampiran KM No. 106 Tahun 2019 itu diantaranya disebutkan, Tarif Batas Atas (TBA) untuk rute Jakarta-Surabaya dipatok di harga Rp1.167.000, sedangkan TBB (Tarif Batas Bawah)-nya di harga Rp408.000. Kemudian TBA rute Jakarta-Medan (Kualanamu) sebesar Rp1.799.000, TBB-nya di harga Rp 630.000.

Sedangkan TBA rute Jakarta-Palembang Rp844.000 dan TBB-nya Rp295.000. TBA Rute Jakarta-Semarang Rp796.000 dan TBB-nya Rp279.000.

Lalu TBA rute Jakarta-Solo Rp906.000 dan TBB-nya Rp317.000, TBA rute Jakarta-Makassar Rp1.830.000 dan TBB-nya Rp641.000. Kemudian TBA rute Jakarta-Yogyakarta (Adisutipto) Rp860.000, dan TBB-nya Rp301.000.

Serta, TBA rute Jakarta-Lombok Praya Rp1.396.000 dan TBB-nya Rp489.000. Lalu TBA rute Denpasar-Jakarta Rp1.431.000 dan TBB-nya Rp501.000.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini