nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiga Strategi Fiskal Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 19:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 20 20 2058098 tiga-strategi-fiskal-pemerintah-dorong-pertumbuhan-ekonomi-laNRt0v0xf.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah akan menempuh tiga strategi makro fiskal di tahun 2020 untuk menstimulus perekonomian. Sehingga diharapkan ekonomi Indonesia bisa tumbuh pada level yang cukup tinggi.

Strategi tersebut, pertama mobilisasi pendapatan untuk pelebaran ruang fiskal. Kedua kebijakan spending better untuk efisiensi belanja dan meningkatkan belanja modal pembentuk aset.

"Serta ketiga mengembangkan pembiayaan yang kreatif serta mltigasi risiko untuk mengendalikan liabilitas," ujarnya dalam Sidang Paripurna di DPR RI, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Dia mengatakan, tahun anggaran 2020 merupakan tahun pertama dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Oleh sebab itu,, kebijakan fiskal 2020 didesain agar mampu menjadi instrumen yang mendorong pencapaian target pembangunan ekonomi.

"Pemerintah masih akan menerapkan kebijakan fiskal ekspansif yang terarah dan terukur untuk menghadapi perlemahan global dan menjaga momentum pembangunan, serta pertumbuhan ekonomi yang berkualitas," jelasnya,

Menurutnya, kebijakan yang terarah yakni menjalankan fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Sedangkan, APBN yang terukur yakni menjaga defisit APBN pada level yang tepat sehingga berkesinambungan.

Adapun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020, pemerintah mengusulkan target defisit terjaga dikisaran 1,75% hingga 1,52% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, keseimbangan primer ditargetkan bisa positif danrasio utang bisa dikisaran 30% terhadap PDB.

"APBN didorong agar makin sehat, ditunjukkan dengan level pendapatan yang makin optimal, belanja yang berkualitas, serta pembiayaan yang eflsien dan berkelanjutan. Kebijakan fiskal juga diarahkan untuk perbaikan neraca pemerintah yang ditandai dengan peningkatan aset, terkendalinya liabilitas, dan peningkatan ekuitas," paparnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini