nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbas Pelarangan Android di Huawei, Wall Street Dibuka Melemah

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 21:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 20 278 2058165 imbas-pelarangan-android-di-huawei-wall-street-dibuka-melemah-rMJD5L3FJk.jpg Wall Street (Foto: Reuters)

NEW YORK - Wall Street melemah pada pembukaan perdagangan Senin (Senin malam). Imbasnya, Indeks Nasdaq Composite turun lebih dari 1% pada pembukaan pada hari Senin.

Dikutip dari Reuters, Senin (20/5/2019), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 108,69 poin, atau 0,42%, pada pembukaan menjadi 25.655,31. Sementara S&P 500 dibuka lebih rendah sebesar 17,59 poin, atau 0,62%, pada 2.841,94. Nasdaq Composite turun 102,22 poin, atau 1,31%, menjadi 7.714,06 pada bel pembukaan.

Indek Nasdaq composite sendiri anjlok 1% terbebani oleh kekhawatiran tentang dampak pada perusahaan teknologi besar dari tindakan keras Amerika Serikat terhadap Huawei Technologies China.

Sebagaimana diketahui, AS dan China melakukan perang tariff impor. Jika China tetap menerapkan kenaikan tarif impor mulai dari 5%-25% terhadap 5.140 produk AS yang bernilai USD60 miliar pada 1 Juni 2019, hal itu akan mendorong AS untuk melanjutkan kenaikan tarif untuk barang impor China senilai USD300 miliar.

Kedua negara tersebut juga diperkirakan segera akan bertemu di China untuk melanjutkan pembicaraan.Imbasnya juga pada pelarangan penggunaan sistem operasi android pada handphone asal Huawei.

Seabagaimana diketahui, Google telah membatasi Huawei dari beberapa pembaruan pada sistem operasi Android. Hal tersebut menjadi pukulan keras bagi perusahaan China tersebut, pasalnya ponsel yang akan dirilis Huawei tak dapat mencicipi Android.

Dilansir dari laman BBC, Senin (20/5/2019) tak hanya itu smartphone Huawei juga akan kehilangan akses pada aplikasi Google, seperti YouTube dan Google Maps. Langkah tersebut dilakukan setelah Presiden Amerika, Donald Trump menambahkan Huawei ke dalam daftar perusahaan yang tidak memiliki lisensi.

Dalam sebuah pernyataan, Google mengatakan jika pihaknya hanya mematuhi perintah dan meninjau implikasinya. Huawei masih dapat menggunakan versi sistem operasi Android yang tersedia melalui lisensi sumber terbuka.Ben Wood, dari konsultan CCS Insight, mengatakan langkah Google akan memiliki implikasi besar bagi bisnis konsumen Huawei.

"Huawei telah bekerja keras untuk mengembangkan Galeri Aplikasi dan aset perangkat lunak lainnya dengan cara yang mirip dengan kerjanya pada solusi chipset. Ada sedikit keraguan bahwa upaya ini adalah bagian dari keinginannya untuk mengendalikan nasibnya sendiri," kata Wood.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini