Ikut Prabowo ke Brunei, Direksi Anak Usaha Pertamina Dinonaktifkan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 21 Mei 2019 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 21 320 2058396 ikut-prabowo-ke-brunei-direksi-anak-usaha-pertamina-dinonaktifkan-p7elhky9BO.jpg Pertamina (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan Direktur Marketing Pertamina Trans Kontinental Wedi Kamaludin telah dinonaktifkan dari jabatannya. Hal itu menyusul ikutnya Wedi dengan rombongan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ke Brunei Darussalam.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menyatakan, penonaktifan Wedi dilakukan oleh direksi PT Pertamina (Persero), sebagai induk usaha. Wedi pun dinonaktifkan sejak kemarin, Senin, 20 Mei 2019.

"Direksi Pertamina yang menonaktifkan, bukan Kementerian BUMN. Karena ini kan bukan Direksi dari PT Pertamina-nya. Sudah dinonaktifkan, mestinya sejak kemarin," jelas Harry ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Baca Juga: Direkturnya Dikabarkan Ikut Prabowo ke Brunei, Pertamina Lakukan Investigasi

Dia menyatakan, pada dasarnya dalam aturan, karyawan yang bekerja di perusahaan pelat merah memang tak boleh terlibat dalam politik praktis. Dalam UU No.7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum (Pemilu), pada pasal 280 diatur bahwa direksi, komisaris, dewan pengawas, dan karyawan BUMN atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dilarang terlibat politik praktis.

"Enggak boleh kan karyawan BUMN berkampanye atau jadi tim (pemenang salah satu pasangan calon), atau jadi apapun (dalam politik praktis)," jelasnya.

Fajar memastikan, penonaktifan ini juga tetap diikuti langkah investigasi, guna memastikan aturan apa saja yang dilanggar oleh Wedi sebagai bagian dari BUMN. "Jadi ini lagi di investigasi, lagi diperiksa," katanya.

Sebelumnya, PT Pertamina juga angkat bicara soal direksi dari anak usahanya yang turut serta dalam tim Prabowo. Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriah Usman menyatakan, pihaknya sedang melakukan investigasi secara internal.

Baca juga: Imigrasi: Prabowo Pergi ke Brunei Hanya Sehari dan Naik Pesawat Pribadi

"Kami masih melakukan investigasi mengenai hal ini," kata Fajriyah Senin 20 Mei 2019.

Sekedar diketahui, Direktorat Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia membenarkan kepergian Prabowo beserta rombongan ke Brunei Darussalam. Imigrasi menerima informasi bahwa Prabowo pergi ke Brunei pada Kamis 16 Mei 2019.

Dalam kesempatan itu, kepergiannya dikabarkan bersama 11 anggota rombongan lainnya. Berdasarkan dokumen manifes penerbangan yang beredar di media sosial, nama Wedi Kamaludin masuk dalam rombongan.

"Pak Prabowo pergi ke Bandar Seri Begawan dari Halim Perdanakusuma pada 16 Mei 2019. Naik pesawat pribadi Beliau 9H-NYC Embraer 190-Lineage 1000," kata Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham Sam Fernando, Sabtu 18 Mei 2019.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini