nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demo 22 Mei, Rupiah Sulit Lepas dari Rp14.500/USD

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 16:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 22 278 2059060 demo-22-mei-rupiah-sulit-lepas-dari-rp14-500-usd-V9dVFMGfpG.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terus tertekan sejak perdagangan pagi. Sore ini mata uang Garuda bahkan sudah bertengger di level Rp14.500-an.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Rabu (22/5/2019) pukul 15.50 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah ke level Rp14.525 per USD.

Direktur Riset Centre of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menyatakan, aksi demo yang ricuh memberikan sentimen negatif pada pegerakan Rupiah hari ini. Kerusuhan membuat tekanan lebih dalam pada pasar keuangan Indonesia, setelah juga tertekan karena kondisi ekonomi global.

"Sentimen investor yang sedang negatif akibat kondisi global, kini semakin negatif," ujarnya kepada Okezone, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

 Baca Juga: Demo 22 Mei dan Rupiah Tertekan ke Rp14.500/USD

Piter bahkan menilai, sulit untuk Rupiah pada hari ini bisa meninggalkan level Rp14.500-an. "Rupiah sulit untuk bisa bertahan di bawah 14.500 hari ini," katanya.

Seperti diketahui, aksi demo dilakukan oleh pendukung calon presiden 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait hasil Pilpres 2019, di mana hasil hitung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo- Ma'ruf Amin lebih unggul. Demo yang berlangsung sejak semalam ini, kian memanas hingga sore.

 Baca Juga: Demo 22 Mei Ricuh, Rupiah Ambruk ke Rp14.512/USD

Menurut dia, memang hal tersebut membutuhkan proses dan waktu yang tidak cepat, namun tetap perlu dilakukan. Sebab jika tidak, selama kisruh berlangsung maka Rupiah juga akan terus tertekan.

"Butuh waktu memang, tetapi harus dilakukan mulai sekarang. lewat tokoh-tokohnya. Ada jaminan juga bahwa MK akan berfungsi secara fair (adil). Sebab selama kisruh terus berlangsung Rupiah akan terus tertekan melemah," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini