nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Menarik Turunnya Harga Tiket Pesawat, Garuda pun Merugi

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 26 Mei 2019 08:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 24 320 2060151 fakta-menarik-turunnya-harga-tiket-pesawat-garuda-pun-merugi-mbIKgpCeAR.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Pemerintah mengambil langkah menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat sebesar 12% hingga 16% setelah melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survey, dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo, Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Tbk Sahala Lumban Gaol, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pada 13 Mei 2019 lalu.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan harga tiket pesawat yang mahal sejak awal tahun 2019. Bahkan mahalnya tiket pesawat tercatat sebagai penyumbang inflasi disetiap bulannya, pada April lalu andil tiket pesawat pada inflasi nasional sebesar 0,03%. Padahal melihat tren sebelumnya tiket pesawat seharusnya sudah tak menyumbang inflasi lagi setelah melewati masa libur akhir tahun.

Berikut fakta-fakta terkait harga tiket pesawat yang dirangkum Okezone:

1. Tiket Pesawat Sudah Turun

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa sebagian maskapai penerbangan sudah melakukan penurunan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat.

Dia menuturkan, masyarakat yang akan mudik tahun ini, melalui pesawat terbang masih stagnan. Pihaknya juga ingin semua pesawat terbang yang akan mengangkut pemudik dilakukan ramp chek.

"Saya pantau, sudah ada sebagian maskapai penerbangan yang telah menurunkan TBA. Dengan hal itu, saya berterimakasih kepada maskapai penerbangan yang mengikuti aturan tersebut," ujarnya.

2. Harga Tiket Pesawat Bakal Dipantau Berkala

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengklaim perusahaan maskapai telah memenuhi aturan dengan menurunkan tarif penerbangan berdasarkan Keputusan Menteri (KM) No 106 Tahun 2019.

Hal ini didasarkan pada hasil monitoring yang dilakukan otoritas bandara di sejumlah daerah. Pemantauan tarif tiket penumpang pesawat dilihat pada kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal. Adapun harga tiket yang dipantau adalah dari maskapai Citilink, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air.

3. Harga Tiket Turun, Garuda Rugi USD18 Juta

Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengatakan, Garuda Indonesia pernah diminta Kementerian Perhubungan untuk menurunkan harga tiket di kisaran 35% terhadap TBA. Dengan menerapkan hal itu, Garuda mengalami kerugian.

"Itu potensi lost USD18 juta per satu bulan. Itu karena yang diminta Kemenhub hingga 35%," ujarnya, di Ruang Rapat Komisi VI, DPR, Jakarta, Selasa (21/5/2019)

4. AP-I Rugi Rp300 Miliar Karena Tiket Pesawat Mahal

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan bahwa, sejak awal tahun 2019, Angkasa Pura I menderita kerugian sebanyak Rp300 miliar. Hal tersebut disebabkan akibat kenaikan tiket pesawat. Dan tingkat keberangkatan penumpang tercatat menurun hingga 20%

"Penurunan traffic sampai dengan Mei ini ke kita itu sekitar 15 hingga 20% penurunannya dibandingkan tahun lalu. Dampak terhadap finansial hitungan kita kemarin sampai dengan bulan Mei sekitar Rp300 miliar, dari awal tahun," ujarnya

5. Tiket Pesawat Indonesia Termurah Dibandingak Jepang hingg China

Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengatakan, harga rata-rata per jam penerbangan Garuda dalam Rupiah itu paling rendah. Dia mencontohkan di Jepang mencapai Rp2,3 juta, China Rp1,5 juta, AS Rp1,3 juta, Eropa Rp1,1 juta dan Indonesia Rp718.575.

"Kita paling rendah dengan komposisi TBA masih tinggi. Soal airline komposisinya sama saja biayanya, hitungannya masih menggunakan fuel dan nilai tukar negara masing-masing terhadap dolar

6. Tiket Pesawat Lebih Murah Dari Pada Ojek Online

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyebut harga tiket pesawat di Indonesia masih paling rendah dibanding Jepang, China hingga Amerika Serikat (AS). Dibandingkan layanan transportasi online harga tiket pesawat juga masih murah per kilometernya.

Mengutip data Garuda, rata-rata tarif batas atas (TBA) per kilometer multi moda transportasi di Indonesia, tiket pesawat di dalam negeri masih murah. Tercatat penerbangan full service Rp2.520 per kursi per km, taksi Rp6.000 sampai Rp6.500 per unit per km.

Kemudian, ojek online Rp2.300 sampai dengan Rp2.600 per unit per km, dan MRT Jakarta Rp1.000 per kursi per km.

"Saya bukan protes, tapi penerbangan kita itu PPN dikenakan 10%, kemudian pesawat 10%, jadi kompoen tax besar. Itu yang sebabkan harga lebih mahal," ujarnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini