nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Aksi 22 Mei Buat Pedagan Pasar Tanah Abang Rugi Rp150 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 06:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 26 213 2060624 fakta-aksi-22-mei-buat-pedagan-pasar-tanah-abang-rugi-rp150-miliar-YeqFc8qHZG.jpeg Foto: Okezone

JAKARTA - Aksi 22 Mei 2019 yang berlangsung ricuh berdampak kepada kegiatan masyrakat yang ada di Jakarta. Utamanya kegiatan masyarakat yang berada di daerah Jakarta pusat yang menjadi pusat aksi massa.

Tak terkecuali juga pada operasional pasar tanah abang. Akibat kerusuhan tersebut, pasar tanah abang harus tutup beberapa hari.

Tutupnya pasar tanah abang ternyata merugikan pedagang yang berjualan di dalamnya. Sebab biasanya, pada tanggal menjelang lebaran inilah mereka meraup untuk berlimpah.

Berikut Okezone merangkum beberapa fakta menarik tentang dampak kericuhan 22 Mei kepada pasar tanah abangĀ 

1. Tanah Abang Tutup

PT Cakrawala Tirta Buana selaku pengelola Pusat Grosir Blok A Tanah Abang menutup operasional pasca terjadinya kericuhan pada aksi demo yang menolak penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Asal tahu saja, aksi 22 Mei 2019 yang menolak hasil pilpres terus berlanjut ke kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tanah Abang menjadi salah satu titik kumpul para peserta aksi.

2. Pedagang Rugi hingga Rp150 Miliar

Aksi demo 22 Mei membuat sejumlah aktivitas lumpuh, seperti yang terjadi di Pasar Tanah Abang. Pusat grosir yang selalu dipadati transaksi jual beli setiap harinya itu, aktivitasnya mendadak terhenti.

Ketua Koperasi Pedagang Pasar Tanah Abang Yasril Umar menyatakan, tidak ada perputaran uang sama sekali.Dia menjelaskan, jumlah pedagang yang berlokasi di dalam Gedung Pasar Tanah Abang dari seluruh blok mencapai 25.000 kios. Jika satu kios saja, diibaratkan paling rendah memiliki omzet Rp2 juta per hari, maka kerugian sudah mencapai sekitar Rp50 miliar

Menurutnya, itu baru nominal kerugian terendah, sebab ada sejumlah kios yang bahkan memiliki omzet puluhan hingga ratusan juta per hari. Terlebih jelang Lebaran, pada umumnya tingkat belanja di Tanah Abang meningkat.

"Dalam kondisi Lebaran ini, omzet bisa lebih dari segitu rata-rata. Jadi kerugian uang tidak berputar itu bisa mencapai Rp150 miliar," ungkapnya.

3. Pengelola Masih Hitung Kerugian

Berbeda dengan pedagang hingga saat ini pihak pengelola masih belum mengeluarkan stamen dari kerugian karena aksi ricuh tersebut.

Promotion Manager PT Cakrawala Tirta Buana atau selaku pengelola Pusat Grosir Blok A Tanah Abang Hery Supriyatna mengakui besarnya potensi kerugian dengan tutupnya gedung pada hari ini.

"Estimasi saja, kalau kawasan Tanah Abang (blok A,B, F dan lainnya) ada 20.000 kios. Jika di rata-rata per hari omzet mereka Rp2-Rp3 juta per kios bisa dihitung berapa kerugian yang ada," jelasnya.

4. Tanah Abang Ditutup Demi Keamanan

Penutupan Pasar Tanah Abang merupakan kebijakan dari pihak pengelola gedung, sebab dari sisi pedagang, tentu ingin tetap berjualan. Namun pengelola mementingkan apsek keamanan dan keselamatan pedagang maupun pembeli.

"Pengelola gedung juga enggak mau gedungnya bermasalah, juga kalau buka pedagang dan pembeli jadi enggak aman," kata

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini