nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KAI Tindak Lanjuti 80% Lintasan Rawan Bencana

Minggu 26 Mei 2019 15:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 26 320 2060552 kai-tindak-lanjuti-80-lintasan-rawan-bencana-dxePF0tHEo.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemehub) terus mempersiapkan sumber dayanya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang kereta api saat mudik Lebaran. Salah satunya, mengecek daerah-daerah lintasan kereta api yang rawan bencana alam.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulkifli mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengecek daerah-daerah rawan banjir, longsor, ambles hingga perlintasan sebidang. Saat ini daerah-daerah tersebut 80% sudah ditangani oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

"80% sudah mereka tindak lanjuti. Kami sudah meninggalkan posko-posko di daerah tersebut. Sebelumnya kami sudah mengidentifikasi dengan jelas (daerah yang rawan bencana)," ujarnya dikutip dari Inews.id, Minggu (26/5/2019).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, hasil ramp check ini tidak bisa dipastikan karena lapisan tanah terus bergerak sehingga lokasinya berubah-ubah. Oleh karenanya, dia meminta KAI untuk melakukan ramp check dengan detail dan keberlanjutan.

"Hasil ramp check secara umum baik, tapi kami tidak mau menyampaikan secara optimis karena yang namanya longsoran itu selalu bergerak. Misalnya daerah Garut sampai Ciamis itu ada tebing-tebing yang selalu bergerak," ucapnya.

Kendati demikian, dia mengapresiasi inisiatif KAI yang membangun posko-posko penjagaan di daerah yang rawan bencana. Terutama di daerah yang riskan seperti di Jawa Barat bagian selatan, Jawa Timur yang terkadang terjadi banjir.

"Saya mengapresiasi KAI yang merupakan manajemen andal. Saya harap tetap konsisten mengerjakan tugas dengan baik," kata dia.

Sementara itu untuk lintasan sebidang atau jalur kereta yang berpotongan dengan jalan raya, banyak yang wilayahnya bukan milik KAI. Untuk itu dia meminta KAI berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat dalam mengantisipasi keamanannya.

"Karena kalau tidak ini akan membawa suatu masalah bagi kita semuanya," tuturnya.

Seperti diketahui, lintasan kereta api sebidang ini sering memakan korban jiwa karena minimnya petugas penjaga, palang kereta, dan rambu-rambu. Guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api, KAI meningkatkan pengawasan di daerah-daerah rawan dan menyiagakan 188 tenaga daerah rawan ekstra dan alat material untuk siaga, menambah petugas penjaga perlintasan kereta api sebidang menjadi 873 orang, dan petugas pemeriksa jalur sebanyak 428 orang.

Selain itu, tenaga flying gank disiagakan 24 jam apabila terjadi rintang jalan atau kecelakaan kereta api.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini