Negara G20 Pertama, Inggris Komitmen Capai Nol Emisi Gas Rumah Kaca pada 2050

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2019 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 14 470 2066639 negara-g20-pertama-inggris-komitmen-capai-nol-emisi-gas-rumah-kaca-pada-2050-eAK6xRpj7o.jpg Foto: Reuters

Dia menambahkan, Indonesia akan menghadapi risiko signifikan di masa depan dari pemanasan planet yang timbul dari peristiwa panas ekstrem, peningkatan curah hujan dan kekeringan. Hal ini juga diperburuk oleh peningkatan suhu lautan, kenaikan permukaan laut dan pengasaman lautan, menambah risiko seismik dan vulkanik yang sudah dihadapi masyarakat. Ini akan berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, dan melemahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Target nil bersih Inggris berasal dari saran ilmiah tentang apa yang perlu dilakukan untuk menghindari perubahan iklim yang berbahaya. Kami mendesak semua negara untuk mempertimbangkan komitmen serupa, meningkatkan target iklim nasional mereka pada KTT Aksi Iklim PBB September ini," katanya.

Pihaknya membutuhkan cara kerja dan arah yang baru. Di sini, di Indonesia, dirinya telah melihat contoh luar biasa dari apa yang telah dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim. Presiden Jokowi telah meluncurkan moratorium izin di hutan primer, lahan gambut dan kelapa sawit. Tingkat deforestasi Indonesia telah menurun selama dua tahun terakhir. Tetapi kita semua harus berbuat lebih banyak.

Prakarsa Pembangunan Rendah Karbon Indonesia (Low Carbon Development Initiative -LCDI) menunjukkan bahwa kebijakan, intervensi dan investasi rendah karbon dapat memberikan manfaat positif bagi ekonomi, masyarakat dan lingkungan, termasuk pengurangan emisi Gas Rumah Kaca.

"Kita tahu sekarang bahwa model pertumbuhan rendah karbon lebih unggul daripada model pertumbuhan ekonomi saat ini. Kami berkomitmen memperdalam kemitraan kami dengan Pemerintah Indonesia baik di tingkat nasional maupun provinsi. Menangani perubahan iklim bukan hanya hal yang benar untuk dilakukan, tapi juga hal yang sangat cerdas untuk dilaksanakan. Kita semua menghirup udara yang sama. Tidak seorang pun dari kita yang bisa menyelesaikan tantangan perubahan iklim sendirian. Kita harus bekerja bersama," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini