nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Diproyeksi Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Bps

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 11:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 20 20 2068649 bi-diproyeksi-pangkas-suku-bunga-acuan-25-bps-zoBzoGS85V.jpg Bank Indonesia. Foto: Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diproyeksikan menurunkan suku bunga acuannya atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Juni. Dengan demikian, suku bunga BI yang sepanjang tahun tertahan di level 6% diperkirakan turun ke level 5,75%.

"Kecil kemungkinan (suku bunga acuan) di tahan karena desakan untuk stimulus sektor riil lebih mendesak," ujar Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira dalam keterangannya, Kamis (20/6/2019).

Dia menyatakan, penurunan suku bunga acuan diperlukan setelah dalam satu tahun terakhir Bank Sentral fokus pada stabilitas dengan pengetatan moneter. Kini harus merubah fokusnya untuk mendorong sektor riil.

"Sekarang saatnya pro sektor riil. Dengan bunga yang lebih rendah, cost of borrowing atau biaya peminjaman sektor usaha akan lebih ringan," kata dia.

 Baca Juga: The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan

Dia menjelaskan, dengan biaya peminjaman yang lebih rendah itu akan semakin meingkatkan pertumbuhan kredit. Maka ini bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi yang lebih baik diatas ekspektasi pasar.

Kendati demikian, diakuinya akan ada dampak negatif dari pemangkasan suku bunga acuan yakni beroptensi keluarnya arus modal asing (capital outflow). "Ada dampak negatif terhadap arus modal keluar karena turunnya bunga juga berarti turunnya keuntungan investor di surat utang," katanya.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo sempat menyatakan, ada ruang penurunan suku bunga acuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun ini. Ruang penurunan suku bunga itu sejalan dengan kondisi inflasi yang relatif stabil hingga pertengahan tahun 2019.

Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, BI?

"Jadi kalau mempertimbangkan inflasi yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang perlu didorong, memang kami sudah tahu bahwa ada ruang untuk menurunkan suku bunga," ujar Perry di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Semantara itu, Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto menyatakan, pelonggaran kebijakan moneter itu dengan menimbang arah ekspektasi inflasi domestik yang masih terkendali, sesuai perkiraan BI yang dalam kisaran 3,5% plus minus 1%.

Untuk diketahui, saat ini suku bunga acuan BI masih dipertahankan di level 6% sejak November 2018, dengan level terendah pada Mei 2018 sebesar 4,25%. Di mana kini suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini