nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Masih Tahan Suku Bunga Acuan 6% Selama 6 Bulan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 14:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 20 20 2068731 bi-masih-tahan-suku-bunga-acuan-6-selama-6-bulan-33h38b3Tqb.jpg Foto: Yohana Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19-20 Juni 2019 memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate. Dengan demikian, suku bunga acuan BI tetap berada di level 6%.

Ini menjadi bulan ke enam Bank Sentral menahan suku bunga acuannya di tahun 2019. Adapun suku bunga Deposit Facility (DF) tetap di level 5,25% dan Lending Facility (LF) pada level 6,75%.

"Dengan mempertimbangkan ekonomi global maupun domestik, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 19-20 Juni 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 6%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

 Baca Juga: BI Diproyeksi Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Bps

Suku bunga acuan BI memang sudah dipertahankan di level 6% sejak November 2018, setelah mengalami kenaikan 175 bps di sepanjang tahun lalu. Level terendah suku bunga acuan ada pada Mei 2018 sebesar 4,25%.

Sebelumnya, langkah Bank Sentral menahan suku bunga acuan ternyata tak sesuai dengan perkiraan, sebab sektor riil sudah mengharapkan BI bisa melonggarkan kebijakan moneternya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menyebutkan, BI dimungkinkan memangkas suku bunga acuan 25 bps ke level 5,75%. Hal itu diperlukan setelah dalam satu tahun terakhir Bank Sentral fokus pada stabilitas dengan pengetatan moneter.

"Sekarang saatnya pro sektor riil. Dengan bunga yang lebih rendah, cost of borrowing atau biaya peminjaman sektor usaha akan lebih ringan," kata dia.

Baca Juga: BI Punya Ruang Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75%

Dia menjelaskan, dengan biaya peminjaman yang lebih rendah itu akan semakin meingkatkan pertumbuhan kredit. Maka ini bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi yang lebih baik diatas ekspektasi pasar.

Kendati demikian, diakuinya akan ada dampak negatif dari pemangkasan suku bunga acuan yakni berpotensi terjadi arus keluar modal asing (capital outflow). "Ada dampak negatif terhadap arus modal keluar karena turunnya bunga juga berarti turunnya keuntungan investor di surat utang," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini