nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Bocorkan Potensi Ekonomi Sumut

Kamis 20 Juni 2019 21:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 20 20 2068895 bi-bocorkan-potensi-ekonomi-sumut-7MT2jnhylu.jpg Bank Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sepanjang tahun 2018, perekonomian Sumatera Utara tumbuh 5,18% (yoy), lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya (5,12% yoy). Dari sisi sektoral, kinerja sektor utama tercatat tumbuh meningkat, terutama pada sektor perdagangan dan sektor industri pengolahan.

Perekonomian Sumatera Utara di tahun 2019 diproyeksikan tumbuh meningkat, bersumber dari permintaan domestik. Pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Presiden 2019 diharapkan akan tetap kondusif dan akan menopang pertumbuhan ekonomi.

Hal ini terungkap saat Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat mengunjungi kantor PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) pada Selasa, 18 Juni 2019 di Kawasan Industri Medan Star, Tanjung Morawa, Sumatera Utara.

Kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ekonomi di Sumatera Utara yang di mana pertumbuhan ekonomi dunia sedang tidak baik dan ekonomi di Indonesia juga mengalami proses penurunan.

Baca Juga: BI Catat Modal Asing Masuk ke Indonesia Tembus Rp112 Triliun

"Salah satu tugas kami adalah untuk melihat potensi-potensi sumber pertumbuhan ekonomi apa yang kira-kira dapat didorong ke depan berdasarkan sektor riil maupun korporasi di Sumatera Utara, salah satu yang kami lihat adalah PT Mark Dynamics dari sisi manufaktur," kata Wiwiek dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Di mana Bank Indonesia juga bertujuan memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah bahwa ekonomi Sumatera Utara akan bisa bertumbuh dari sektor-sektor yang sudah diidentifikasi oleh Bank Indonesia sendiri.

"Kunjungan Bank Indonesia ke MARK ini tidak akan menjadi kunjungan pertama dan terakhir tetapi Bank Indonesia akan berkunjung kembali ke Mark Dynamics Indonesia untuk melihat rating MARK ke depannya," ungkap Wiwiek.

Sementara itu, Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengatakan, secara fundamental MARK memiliki kinerja yang pertumbuhannya terus meningkat, baik dari sisi pendapatan dan perolehan laba bersihnya.

Hal ini menjadi penting bagi pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.

"Sektor industri yang sedang digeluti MARK saat ini yaitu industri manufaktur (pengolahan), diharapkan dapat berkembang di Sumatera Utara agar dapat menjadi motor penggerak ekonomi selain sektor perkebunan yang selama ini menjadi sektor penggerak utama di Sumatera Utara," katanya.

Baca Juga: BI: Modal Asing Masuk Rp112 Triliun hingga Mei 2019

MARK, yang di mana pertumbuhan kapasitas produksinya mengalami peningkatan 15% setiap tahun, tidak memiliki pesaing di Indonesia dan memiliki kinerja keuangan yang baik di setiap tahunnya mencuri perhatian Bank Indonesia.

MARK sendiri di tahun 2019 ini telah meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 610 ribu unit per bulan dan akan terus ditingkatkan menjadi 1 juta unit per bulan di tahun 2023. Sampai saat ini 95% penjualan MARK di ekspor ke Malaysia , Thailand, Vietnam dan China.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini